MerahpPutih.com - Film The Social Reckoning gagal memenuhi ekspektasi pada akhir pekan pembukaan di box office Amerika Utara. Drama thriller garapan Aaron Sorkin tersebut hanya meraup US$5,5 juta atau sekitar Rp91 miliar, sehingga performanya berada di bawah proyeksi awal.
Film produksi Sony Pictures itu dirilis di Amerika Serikat pada 9 Oktober 2026. Mengangkat kontroversi Facebook dan pengungkapan dokumen internal perusahaan, The Social Reckoning hadir sebagai film pendamping The Social Network yang dirilis pada 2010.
Meski mengangkat isu yang relevan dengan kehidupan digital saat ini, film tersebut belum berhasil menarik penonton bioskop sebanyak yang diharapkan.
Berdasarkan laporan box office akhir pekan pembukaan, pendapatannya masih berada di bawah perkiraan awal sebesar US$7 juta hingga US$8 juta.
Film dengan anggaran produksi sekitar US$30 juta itu juga memperoleh nilai B- dari CinemaScore. Sementara itu, penerimaan kritikus dan penonton terhadap film ini cenderung beragam. Laporan AP News mencatat pendapatan pembukaan US$5,5 juta dari 2.606 bioskop di Amerika Utara.
Baca juga:
Masashi Kishimoto Siapkan 'Naruto Shadow Rising', Intip Bocoran dari Teasernya
Sinopsis The Social Reckoning
The Social Reckoning mengikuti kisah Frances Haugen, seorang insinyur Facebook yang diperankan Mikey Madison.
Ia menemukan persoalan internal perusahaan terkait kebijakan platform, penyebaran konten berbahaya, dan prioritas bisnis yang dinilai mengesampingkan keselamatan pengguna.
Frances kemudian bekerja sama dengan Jeff Horwitz, jurnalis investigasi The Wall Street Journal yang diperankan Jeremy Allen White.
Keduanya berusaha mengungkap dokumen internal Facebook yang menjadi dasar laporan investigasi mengenai dampak platform tersebut terhadap masyarakat.
Cerita film ini terinspirasi dari pengungkapan dokumen yang dikenal sebagai The Facebook Files. Peristiwa tersebut berkaitan dengan Frances Haugen, yang pada 2021 mengungkap berbagai dokumen internal perusahaan dan menyampaikan kekhawatirannya mengenai dampak Facebook.
Konflik semakin berkembang ketika temuan Frances memperlihatkan dugaan bahwa algoritma platform dapat memperkuat konten yang memecah belah.
Di sisi lain, jajaran pimpinan perusahaan menghadapi tekanan politik dan publik untuk menjelaskan kebijakan moderasi konten mereka.
Baca juga:
Intip 4 Proyek Terbaru Kim Min Ha, dari Film Romantis hingga Serial Misteri Netflix
Selain Frances dan Jeff, film ini turut menampilkan Jeremy Strong sebagai Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Facebook. Sejumlah pemain lain yang terlibat antara lain Wunmi Mosaku, Betty Gilpin, Billy Magnussen, dan Bill Burr.
Aaron Sorkin Kembali Menggarap Kisah Facebook
Aaron Sorkin menulis sekaligus menyutradarai The Social Reckoning. Film ini menjadi karya pendamping bagi The Social Network, film tahun 2010 yang mengangkat awal mula berdirinya Facebook.
Berbeda dari film sebelumnya yang berfokus pada pembentukan perusahaan dan konflik di sekitar pendirinya, The Social Reckoning menyoroti persoalan yang muncul ketika sebuah platform media sosial berkembang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.
Film ini membawa penonton ke periode 2019 hingga 2021, ketika Frances Haugen bekerja di Facebook dan kemudian membagikan dokumen internal kepada jurnalis.
Ceritanya juga menggambarkan persiapan Zuckerberg menghadapi pertanyaan mengenai moderasi konten dan peran Facebook dalam dinamika politik Amerika Serikat.
Sony Pictures menggambarkan film ini sebagai kisah yang terinspirasi dari peristiwa nyata, dengan fokus pada perjalanan seorang pelapor pelanggaran atau whistleblower yang berusaha mengungkap rahasia perusahaan teknologi besar.
Baca juga:
Waspada! 5 Shio Ini Berpotensi Kehilangan Peluang Cuan pada 13 Oktober 2026
The Social Reckoning Kalah dari Film Horor Other Mommy
Di tengah performa The Social Reckoning yang kurang memuaskan, film horor Other Mommy justru memimpin box office Amerika Utara pada akhir pekan yang sama.
Film produksi Universal Pictures dan Blumhouse yang dibintangi Jessica Chastain tersebut meraih US$27,5 juta di pasar domestik. Pendapatan global pembukaannya mencapai sekitar US$45,2 juta, dengan anggaran produksi yang dilaporkan sekitar US$18 juta.
Perbedaan hasil kedua film itu memperlihatkan bagaimana respons penonton dapat bervariasi meskipun keduanya dirilis pada periode yang sama.
Sementara itu, The Social Reckoning harus menghadapi tantangan untuk memperluas jangkauan penontonnya. Tema tanggung jawab perusahaan teknologi, dampak algoritma, dan penyebaran informasi memang relevan, tetapi relevansi isu tidak selalu berbanding lurus dengan penjualan tiket.
Dibandingkan dengan The Social Network
Performa pembukaan The Social Reckoning juga tertinggal dari pendahulunya, The Social Network.
Film garapan David Fincher yang dirilis pada 2010 tersebut membuka penayangannya di Amerika Utara dengan pendapatan sekitar US$22 juta. Film itu kemudian mengumpulkan sekitar US$224 juta secara global.
Perbedaan tersebut cukup mencolok. Namun, kedua film memiliki pendekatan cerita yang berbeda. The Social Network menyoroti proses pendirian Facebook dan konflik yang menyertainya, sedangkan The Social Reckoning berfokus pada persoalan etika, keamanan pengguna, dan tanggung jawab perusahaan setelah platform itu berkembang pesat.
Baca juga:
Dengan isu yang menyentuh kehidupan digital modern, film terbaru Sorkin berupaya membuka kembali diskusi mengenai pengaruh media sosial terhadap masyarakat.
Meski demikian, performa box office pada akhir pekan pembukaan menjadi tantangan awal bagi film tersebut. Pendapatan pada pekan-pekan berikutnya akan menentukan sejauh mana The Social Reckoning mampu memperbaiki hasil komersialnya.
