MERAHPUTIH.COM — NETFLIX menayangkan serial K-drama terbaru The Scandal. Ini merupakan adaptasi berani Netflix untuk era Joseon berdasarkan novel klasik terbitan 1782, Dangerous Liaisons. Serial ini mengikuti rahasia masyarakat kelas atas dan hasrat terlarang yang berbenturan.
The Scandal mengikuti Nyonya Cho (Son Ye-jin), sosok di balik layar yang terlalu luar biasa untuk batasan sosial era Joseon yang kaku. Nyonya Cho merancang taruhan berbahaya dengan playboy ulung, Cho Won (Ji Chang-wook). Ketika seorang perempuan polos, Hui-yeon (Nana), menjadi sasaran taruhan mereka, jaring intrik yang berbahaya, pemberontakan, dan hasrat yang tak terkendali mengancam menghancurkan tabu paling ketat di masyarakat.
Sutradara ternama Jung Ji-woo memimpin serial ini. Ji-woo terkenal lewat film Happy End (1999) dan Eungyo (2012).
“Era Joseon akhir jauh lebih canggih dan bernuansa daripada yang biasanya kita bayangkan. Saya ingin menangkap keanggunan itu di layar sambil mengeksplorasi dinamika kompleks yang tak terlihat antara Nyonya Cho dan Hui-yeon. Ini merupakan sebuah hubungan yang belum pernah digambarkan seperti ini sebelumnya,” kata Ji-woo, dikutip The Korea Times.
Baca juga:
Pernah Tayang dalam Format Film
Novel ini sebelumnya pernah dihidupkan dalam film populer pada 2003, Untold Scandal. Lee Mi-sook, Bae Yong-joon, dan Jeon Do-yeon membintangi film yang berlatar di bagian akhir periode Joseon. Film tersebut, yang dibintangi oleh Bae Yong-joon, Lee Mi-sook, dan Jeon Do-yeon, menarik perhatian luas dan menggaet 4,15 juta penonton bioskop meskipun mendapat rating khusus dewasa.
Namun, produksi baru ini melangkah lebih jauh daripda sekadar remake biasa, yaitu menginterpretasikan ulang cerita aslinya dari perspektif kontemporer. Kali ini, Son Ye-jin, Ji Chang-wook, dan Nana mengambil alih peran sebagai Nyonya Jo, Jo-won, dan Hee-yeon.
Salah satu aspek paling menonjol dari produksi baru ini yakni interpretasi baru dari cerita yang familier. Jika film aslinya menarik perhatian di industri film Korea pada saat itu karena subjek dan penggambarannya yang provokatif, serial Netflix ini memiliki lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi hasrat dan hubungan para karakternya secara lebih rinci.
Netflix sebagai sebuah platform juga membawa arti penting. Berbeda dengan film pada 2003 yang dirilis di bioskop-bioskop Korea, serial baru ini sejak awal diperkenalkan kepada penonton global. Serial ini tidak hanya menyajikan cerita yang beresonansi di Korea, tetapi juga cerita yang berlatar di waktu dan tempat spesifik era Joseon, tempat cinta dan hasrat terungkap, kepada penonton di seluruh dunia.
Joseon sebagai Simbol 'Paling Korea'
Seiring konten Korea yang terus menarik perhatian di pasar global, muncul semakin banyak contoh tentang bagaimana hal yang ‘paling khas Korea’ justru dapat menjadi keunggulan kompetitif. Melalui konten, penonton tidak hanya diperkenalkan pada makanan, musik, dan fesyen Korea, tetapi juga pada sejarah, masyarakat, hubungan antarmanusia, serta kepekaan emosional negara tersebut.
Dengan latar di era Joseon, salah satu latar belakang yang paling khas Korea, The Scandal menempatkan emosi universal berupa cinta dan hasrat sebagai pusatnya. Bagi penonton Korea yang mengingat film aslinya, serial ini bisa terasa familier, tapi baru. Namun, bagi penonton global yang baru pertama kali menemukan cerita ini, serial ini dapat menawarkan kisah Korea yang asing tetapi menarik.
Dirilis delapan episode sekaligus, The Scandal tayang perdana 18 September dengan rating 19+ di Netflix.(dwi)
Baca juga:
'Merry Berry Love' Tayang 7 Oktober di Disney+, Ji Chang Wook dan Mio Imada Siap Adu Akting