Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Takut Dijarah, Toko-Toko Mewah di Milan Kosongkan Etalase, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas Baru

Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM — KOSONG. Demikianlah kondisi etalase toko-toko mewah di pusat Kota Milan, Italia, Senin (19/10). Mereka bahkan segera tutup setelah mengosongkan etalase. Langkah itu diambil di tengah kekhawatiran gelombang kerusuhan baru. Aksi protes selama dua hari di negara itu diwarnai bentrokan demonstran dengan polisi, penjarahan toko, dan perusakan fasilitas publik.

Sebagian besar toko di distrik perbelanjaan mewah Via Montenapoleone, Milan, yang menjadi rumah bagi merek-merek seperti Chanel, Tiffany, dan Dior, telah mengosongkan barang dagangan dari etalase mereka sebagai langkah pencegahan. Di saat bersamaan, aparat kepolisian berpatroli di sepanjang jalan dan sejumlah kecil wisatawan tampak menyaksikan.

Akhir pekan lalu menjadi episode kelam dalam sejarah distrik perbelanjaan mewah itu. Saat itu, ratusan demonstran bertudung, yang banyak di antaranya diyakini masih di bawah umur, membakar tempat sampah dan menjarah toko-toko di pusat kota. Aksi itu bermula dari demonstrasi damai pada Sabtu. Aksi itu memprotes buruknya layanan publik dan melonjaknya biaya hidup.

Baca juga:

Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan


Perusuh Ditahan




Televisi setempat melaporkan toko yang dijarah meliputi gerai perlengkapan olahraga Decathlon dan Arc'teryx serta operator telepon seluler Vodafone. Toko-toko seperti merek pakaian Levi's dan Under Armour, serta Decathlon, menutupi jendela toko mereka dengan panel karton dan kayu.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang akan menghadapi pemilihan umum nasional tahun depan, mengecam kekerasan tersebut dan memimpin rapat bersama para menteri serta pimpinan keamanan pada Senin untuk membahas situasi yang terjadi.

Pemerintah berencana memperkenalkan tindakan yang diusulkan pihak kepolisian guna mencegah dan menanggulangi letupan kekerasan semacam itu. Usul tersebut akan dibawa ke rapat kabinet yang diperkirakan berlangsung pada Selasa.

Surat kabar Corriere della Sera melaporkan Meloni sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang masa penahanan preventif bagi anak di bawah umur dan menindak tegas geng pemuda. Ia bahkan disebut mempercepat beberapa ketentuan yang tercantum dalam rancangan undang-undang keamanan yang sedang dikaji parlemen.

Kepolisian Italia menyatakan telah menahan 271 anak muda selama kerusuhan di Milan pada Minggu. Dari mereka yang dibawa ke kantor polisi, 32 orang resmi ditangkap, termasuk 23 anak di bawah umur dan 13 warga negara asing. “Sebanyak 28 orang lainnya dilaporkan ke otoritas peradilan,” kata polisi pada Senin (19/10).

Kerusuhan ini terjadi setelah bentrokan pada Sabtu di Milan dan kota-kota utara lainnya termasuk Bologna, Brescia, Bergamo, dan Turin, tempat 28 demonstran ditangkap.

Kekacauan ini mencerminkan kerusuhan di negara tetangga, Prancis. Di sana, ratusan ribu orang yang marah atas kenaikan biaya hidup dan penurunan layanan publik turun ke jalan pada Sabtu dalam salah satu aksi protes paling keras di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.(dwi)

Baca juga:

Kebun Anggur Top Italia Dibobol Perampok, Anggur Senilai Lebih Rp 90 Miliar Raib

Baca Artikel Asli