Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Syahrini Dengan Segala Syahnya Kala Kembali ke Panggung, Maju Mundur Cantik di Pestapora

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026

MerahPutih.com - Empat tahun bukan waktu yang sebentar. Selama itulah Pestapora membutuhkan waktu untuk akhirnya membawa Syahrini ke salah satu panggungnya. Penantian tersebut kemudian terbayar pada hari ketiga Pestapora 2026, ketika sosok yang dikenal dengan gaya glamor dan jargon-jargonnya itu akhirnya benar-benar muncul di hadapan ribuan penonton.

Sehari sebelumnya, Sabtu (26/9), Syahrini sudah lebih dulu mencuri perhatian. Bukan lewat panggung, melainkan dengan cara yang begitu khas dirinya. Penyanyi kelahiran Bogor itu menunggangi seekor kuda putih dan berkeliling di area luar pintu masuk Pestapora. Kehadirannya seolah menjadi pembuka dari kemunculan yang sejak lama dinanti. Kini, giliran panggung Pestapora yang menjadi miliknya.

Sejak sebelum penampilannya dimulai, antusiasme penonton sudah terasa. Nama Syahrini memang membawa nostalgia tersendiri bagi mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu pop Indonesia pada era 2000-an hingga 2010-an. Lagu seperti "Sesuatu", "Cintaku Kandas", "Aku Tak Biasa", hingga "Kau yang Memilih Aku" menjadi bagian dari perjalanan panjang kariernya. Di Pestapora 2026, penantian empat tahun itu akhirnya menjadi kenyataan.

Aku mau berterimah kasih dengan mas ucup. mana nih mas ucup. butuh waktu empat tahun loh,

ucap Syahrini dari atas panggung.

Penampilannya pun tak datang dengan setengah hati. Syahrini muncul dalam balutan gaun emas yang berpadu dengan warna hitam, lengkap dengan jilbab hitam. Kilauan busana tersebut berpadu dengan gestur dan pembawaannya yang sejak awal memang identik dengan kemewahan.

Begitu musik dimainkan, panggung perlahan berubah menjadi ruang nostalgia. Lagu-lagu andalan Syahrini mengalir, membawa penonton kembali pada masa ketika lagu-lagunya memenuhi radio, televisi, hingga berbagai ruang karaoke.

Jangan salah, Syahrini masih punya banyak kejutan,

seolah menjadi semangat yang terasa dari setiap pergantian lagu dan interaksi di atas panggung.

Namun, bukan hanya lagu yang membuat penampilan tersebut terasa khas. Di antara satu nomor dan nomor lainnya, Syahrini menyelipkan berbagai banyolan dan jargon yang sudah menjadi bagian dari identitasnya. Ia bahkan sempat menguji ingatan penonton terhadap kosakata khas yang selama ini melekat pada sosoknya.

Siapa yang hafal jargon princess lainnya, selain maju mundur cantik hayo?

obrol Syahrini.

Pertanyaan tersebut segera menjadi bagian dari percakapan dua arah antara Syahrini dan penonton. Pestapora yang biasanya identik dengan keramaian lintas genre malam itu mendapatkan warna berbeda: glamor, jenaka, penuh nostalgia, sekaligus sangat Syahrini.

Di atas panggung, ia tidak hanya bernyanyi. Syahrini seperti sedang mengajak penonton mengingat kembali berbagai fase perjalanan musiknya. "Sesuatu" menjadi salah satu lagu yang sulit dipisahkan dari namanya, sementara "Aku Tak Biasa" dan "Kau yang Memilih Aku" membawa kembali suasana pop Indonesia yang pernah begitu dekat dengan keseharian pendengarnya.

Lagu-lagu tersebut kemudian berdampingan dengan karakter panggung Syahrini yang penuh permainan kata, sapaan, dan gaya teatrikal. Berkali-kali ia menyapa penonton Pestapora, membuat jarak antara panggung dan penonton terasa lebih tipis.

Empat tahun penantian akhirnya tidak berhenti pada sekadar kehadiran seorang penyanyi di sebuah festival. Syahrini datang membawa satu paket lengkap: lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari ingatan publik, penampilan glamor, serta jargon-jargon yang membuat sosoknya mudah dikenali.

Jika sehari sebelumnya ia menunggangi kuda putih untuk menyambut Pestapora dari luar pagar, hari ketiga menjadi waktunya untuk benar-benar menaklukkan panggung. Dan seperti biasa, Syahrini datang bukan sekadar untuk bernyanyi. Ia datang bersama segala "Syah"-nya. (Far)

Baca Artikel Asli