Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Suporter Timnas Teriak Shin Tae-yong Kembali Melatih Timnas Indonesia, Ketum Jakmania Kasih Jawaban Menohok

Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026

Merahputih.com - Wacana Shin Tae-yong kembali melatih Timnas Indonesia belakangan ini makin kencang berembus usai hasil imbang tanpa gol Skuad Garuda asuhan John Herdman di ajang ASEAN Cup 2026.

Menanggapi desakan publik agar STY latih Timnas lagi, Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, menegaskan bahwa wacana tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan karena sang pelatih masih terikat kontrak eksklusif dengan Persija Jakarta.

Tuntutan agar Shin Tae-yong kembali ke Timnas Indonesia untuk menggantikan posisi pelatih Timnas Indonesia saat ini memang wajar meledak usai laga buntu melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (28/9).

Baca juga:

Kyohei Yoshino Tak Kagok Jalani Peran Berbeda di Persija, Penuhi Perintah Shin Tae-yong

Ribuan suporter yang kecewa spontan meneriakkan nama mantan juru taktik asal Korea Selatan tersebut dari atas tribune.

Namun, netizen harus sadar bahwa kontrak Shin Tae-yong di Persija masih sah berlaku hingga tahun 2029, sehingga ada banyak aturan main serta faktor legal yang wajib dihormati oleh semua pihak.

Dua Opsi Rumit Pindah Gerbong

Shin

Pria yang akrab disapa Adit ini membeberkan bahwa secara realistis hanya ada dua jalan jika memang ada niat serius memulangkan STY ke kursi panas tim nasional.

Opsi pertama adalah membiarkan sang pelatih merangkap jabatan, asalkan klausul kerja samanya dengan Macan Kemayoran memang mengizinkan.

Yang pasti adalah kontrak Persija dan STY wajib dihormati. Kalau STY balik ke Timnas opsinya kan ada dua. Pertama, STY double job (melatih) Persija dan Timnas. Kalau kondisi itu perlu dilihat lagi kontraknya apakah dimungkinkan atau ada batasan tertentu,

Ucap Adit dinukil Bolaskor.com.

Jalan kedua adalah memutus kontrak kerja dengan klub ibu kota. Tapi, opsi ini justru memunculkan tanda tanya besar soal biaya kompensasi.

Kedua, kalau Persija dan STY mengakhiri kontraknya karena STY mau latih Timnas, siapa yang bertanggung jawab memproses pengakhirannya?,

tambahnya.

Profesionalitas STY dan Ego PSSI

Sebagai figur kelas dunia yang pernah mentas di Piala Dunia 2018, STY pastinya menjunjung tinggi nilai profesionalisme di tempatnya bekerja.

Adit sangat yakin bahwa STY tidak akan gampang goyah atau kabur begitu saja hanya karena tekanan ramai di media sosial.

Logikanya STY pasti profesional dan enggak semerta-merta mau meninggalkan Persija karena ada permintaan dari netizen,

ucapnya.

Di sisi lain, kunci utama dari drama ini sebenarnya ada di tangan PSSI dan STY secara pribadi. Publik tentu belum lupa saat federasi memutuskan untuk mendepak STY pada Januari 2025 lalu demi memberi ruang bagi Patrick Kluivert.

STY melatih Timnas kan berdasarkan kontrak antara PSSI dan STY. Pertanyaannya, PSSI mau enggak? STY mau enggak? Kalau sama-sama enggak mau atau hanya salah satu yang mau, ya enggak akan tercapai kesepakatan. Ya pada akhirnya itu hanya sekadar angan-angan,

jelas Adit secara gamblang.

Fokus pada Realita Saat Ini

Lebih jauh, Adit mengajak semua pencinta sepak bola Tanah Air untuk lebih cerdas dan objektif dalam merespons situasi. Secara fakta, John Herdman juga baru delapan bulan memegang tongkat komando dan punya kontrak sah sampai tahun 2028 bersama Skuad Garuda.

Baca juga:

Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?

Di waktu yang sama, Shin Tae-yong juga lagi on-fire menikmati awal musim yang manis bersama Persija Jakarta. Lewat polesan taktiknya, Macan Kemayoran sukses menyapu bersih tiga laga awal dengan kemenangan beruntun, membawa mereka nyaman bertengger di papan atas klasemen Super League 2026/2027.

Semua perlu jeli dalam melihat situasi. Yang pasti semua terikat kontrak dan kontrak harus dihormati. Semoga semua pihak harus cerdas dalam menilai situasi yang ada,

tutup Adit berpesan kepada para suporter.
Baca Artikel Asli