Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Skandal Baru FIFA! Gianni Infantino Diduga Kantongi Dana Ilegal Puluhan Miliar

Yusuf Abdillah - Selasa, 13 Oktober 2026

Merahputih.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sorotan setelah laporan investigasi media Inggris, The Times, mengungkap adanya dugaan pendapatan tambahan di luar gaji dan bonus resminya.

Laporan tersebut menyebut Infantino menerima dana dari entitas yang berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Baca juga:

Federasi Norwegia Resmi Laporkan Infantino ke Komite Etik FIFA, Soroti Transparansi dan Tata Kelola

Mengutip laporan tersebut, terdapat perbedaan antara pendapatan Infantino yang diumumkan FIFA dan informasi yang tercatat dalam dokumen pajak Amerika Serikat.

Laporan Pendapatan Infantino Jadi Sorotan

Dalam laporan tahunan FIFA 2024, Infantino tercatat memperoleh pendapatan sebesar 4,274 juta franc Swiss atau setara sekitar Rp91 miliar.

Namun, dokumen yang dikaitkan dengan Dinas Pendapatan Internal Amerika Serikat (IRS) disebut mencatat pembayaran tambahan dari entitas bernama FWC2026 US Inc. Nilainya mencapai 1,6 juta euro atau sekitar Rp32 miliar.

Baca juga:

Premier League hingga Serie A Kompak Desak Reformasi FIFA, Posisi Gianni Infantino Terancam

Pembayaran tersebut tidak tercantum dalam pembukuan FIFA. Perbedaan pencatatan inilah yang memunculkan pertanyaan mengenai sumber dan pelaporan pendapatan tambahan tersebut.

FIFA Bantah Tuduhan Pelanggaran

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara FIFA membantah adanya pelanggaran yang dilakukan organisasi maupun terkait pembayaran kepada Infantino.

Dalam pernyataan yang dikutip ESPN, FIFA menegaskan bahwa mereka menjalankan kewajiban pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga:

Berada di Posisi 120 Besar Ranking FIFA Realistis bagi Timnas Malaysia, Awas Indonesia Kena Salip

“FIFA sepenuhnya mematuhi semua ketentuan pelaporan dan dengan tegas menolak segala anggapan adanya pelanggaran terhadap statuta FIFA,” kata juru bicara FIFA.

Baca Artikel Asli