Merahputih.com - Sisi gelap dan kontroversi dari pelatih fenomenal Pep Guardiola akhirnya terkuak secara transparan melalui dokumenter empat episode berjudul 'A Beautiful Obsession' (Una Hermosa Obsesión).
Dokumenter yang tayang di Amazon Prime UK ini merekam bagaimana momen krusial juru taktik asal Katalunya ini dalam menukangi Manchester City sepanjang dua musim terakhir. 'A Beautiful Obsession' juga memperlihatkan rekaman asli luapan emosi Pep Guardiola di dalam ruang ganti pemain usai menelan kekalahan.
Baca juga:
Pep Guardiola Resmi Tolak Kursi Pelatih Tim Nasional Italia, Andrea Pirlo Jadi Kandidat Terkuat
Kekalahan kandang 0-2 dari Bayer Leverkusen musim lalu memicu kemarahan besar Pep Guardiola akibat keputusan merombak 10 pemain starter.
Ketika melihat wajah sedih pada akhir musim, saya akan membunuh kalian. Teman-teman, saya akan membunuh kalian. Ketika melihat wajah-wajah mengeluhkan keputusan saya, saya akan membunuh kalian,
tegas Pep Guardiola dalam dokumenter tersebut sebagaimana dalam laporan AS.
Guardiola menambahkan secara tegas saat itu untuk sangat mustahil bermain sepak bola tanpa keberanian.
"Setiap orang harus membuktikan 'Saya yang terbaik, saya akan membuktikan kepada pelatih bahwa saya lebih baik dari yang lain.' Mungkin saya harus meminta maaf karena melakukan 10 perubahan," jelas dia.
Luapan kekecewaan Pep Guardiola bahkan merembet pada pengorbanan kehidupan pribadinya demi performa tim di lapangan.
"Saya bekerja untuk kalian, menjalani hidup saya, perceraian saya, keluarga saya jauh, semua demi kalian. Apa balasan kalian? Penampilan buruk ini sungguh memalukan," tutur Pep Guardiola secara terbuka.
Ketegangan Internal dan Perselisihan Antar Pemain

Keadaan memanas tersebut memicu keprihatinan mendalam dari manajemen puncak klub. CEO Ferran Soriano dan Presiden Al Mubarak mengungkapkan kejengkelan atas keputusan taktis Guardiola melalui pesan suara internal.
"Mungkin ini salah satu momen terburuk yang pernah kita alami. Hari ini saya bahkan tidak bisa berbicara dengannya, saya sangat marah," ungkap Presiden Al Mubarak.
-
Pemicu Rotasi Ekstrem: Guardiola mengganti 10 pemain utama saat mengalami kekalahan 0-2 dari Bayer Leverkusen.
-
Konfrontasi Erling Haaland: Teguran keras terjadi pada jeda babak final FA Cup di Stadion Wembley saat menghadapi Crystal Palace.
-
Perselisihan Kyle Walker: Perdebatan panas mengenai peran kapten tim usai kekalahan 0-2 dari Liverpool di Anfield pada tahun 2024.
-
Pengakuan Perceraian: Guardiola menyampaikan kabar perceraian kepada skuad usai menelan kekalahan dari Juventus.
-
Rekor Kekalahan Tim: Hasil buruk dari Juventus menjadi kekalahan ketujuh dari 10 pertandingan selama musim kompetisi 2024-2025.
Pengakuan Perceraian dan Perpisahan dari Etihad Stadium
Momen mengharukan terjadi saat Guardiola berterus terang mengenai kondisi rumah tangganya di hadapan seluruh anggota tim. Pengakuan jujur ini meluncur usai tren negatif hasil pertandingan di panggung Eropa.
"Saya berpisah dari wanita tercantik di planet ini, mantan istri saya. Apakah saya mencintainya? Ya, tentu. Apakah dia mencintai saya? Ya, tetapi kami kehilangan gairah. Dalam hidup, apa pun pekerjaan kalian, lakukanlah dengan gairah," ucap Pep Guardiola.
Asisten pelatih Manel Estiarte sempat meminta para pemain memahami tekanan mental hebat sang manajer. Estiarte menegaskan bahwa skuad sedang menyaksikan sisi manusiawi seorang pelatih sedang menghadapi proses perceraian.
Baca juga:
Pep Guardiola Ogah Dukung Spanyol di Final Piala Dunia, Pilih Cari Aman Dukung Mantan Anak Asuh
Dua hari sebelum musim kompetisi berakhir, Guardiola secara resmi menyampaikan keputusan mundur dari kursi kepelatihan Manchester City.
"Jangan tanyakan alasan saya pergi. Tidak ada alasan khusus, tetapi jauh di dalam hati, saya tahu ini saatnya. Sangat sulit untuk kembali. Saya perlu memperbarui banyak hal dalam hidup pribadi dan profesional," pungkas Pep Guardiola.