Merahputih.com - Persaingan merebut posisi starting XI Persija Jakarta musim ini dipastikan bakal sangat brutal dan bikin pusing pelatih Shin Tae-yong.
Dengan kedalaman skuad yang luar biasa jelang kick-off kompetisi bergengsi BRI Super League 2026/27, setiap pemain diwajibkan tampil ngegas kalau tidak mau cuma jadi penghangat bangku cadangan.
Kondisi saling sikut secara sehat ini justru menjadi modal berharga buat Persija untuk mengarungi musim yang panjang dan melelahkan.
Baca juga:
Varazdin Konfirmasi Pernyataan Pelatih Nikola Safaric, Ivan Mamut Akan Bela Persija Jakarta
Tanda-tanda ketatnya perebutan tempat utama di skuad Macan Kemayoran sebenarnya sudah mulai tercium sejak pramusim.
Persija Jakarta nggak main-main dalam mempersiapkan tim tahun ini. Setelah asyik memanaskan mesin di ajang Piala Presiden 2026, mereka langsung terbang untuk menjalani training camp (TC) intensif selama dua minggu penuh di Thailand.
Puncaknya, formasi racikan STY diuji secara maksimal saat meladeni klub elite asal Australia, Brisbane Roar, dalam laga uji coba internasional.
Evaluasi STY: Progres Tim Makin Menjanjikan
Lewat serangkaian agenda padat tersebut, Shin Tae-yong sukses memetakan kekuatan aslinya. Pelatih asal Korea Selatan ini rupanya ogah cuma berpatokan pada hasil papan skor.
Sebagai catatan, selama pramusim Persija mengemas lima kemenangan, sekali imbang, dan dua kali tumbang.
STY justru lebih fokus memberikan apresiasi pada progres krusial anak asuhnya di lapangan hijau mencakup:
-
Tempo permainan yang terasa jauh lebih hidup dan agresif.
-
Distribusi bola antarlini yang makin cair dan minim salah umpan.
-
Koordinasi pertahanan dan penyerangan yang mulai menemukan chemistry.
-
Kondisi fisik pemain yang siap diajak lari 90 menit penuh.
Tidak Ada Zona Nyaman di Skuad Macan Kemayoran
Kedalaman skuad tahun ini memang bikin geleng-geleng kepala. Bayangkan saja, untuk mengisi satu posisi di lapangan, STY punya dua sampai tiga opsi pemain yang kualitasnya beda tipis.
Artinya, nggak ada jatah aman buat pemain berlabel bintang sekalipun. Kalau performanya melempem sedikit saja di sesi latihan, siap-siap posisinya digusur oleh rekan setimnya sendiri.
Melihat fenomena ini, Shin Tae-yong justru merasa diuntungkan karena ia punya fondasi tim yang kokoh untuk menatap kerasnya Super League.
Sekarang persaingan di setiap posisi ada dua hingga tiga pemain dan semuanya tampil sangat baik. Jadi siapa pun yang bermain, tidak mudah mengetahui siapa yang akan menjadi pemain inti,
beber Shin Tae-yong.
Sektor Kiper Paling Panas
Bukti paling nyata dari ngerinya persaingan internal Persija bisa dilihat langsung dari bawah mistar gawang. Musim ini, sektor penjaga gawang dihuni oleh empat kiper top dengan karakter dan jam terbang yang berbeda.
Baca juga:
Varazdin Akan Cuan Besar dari Transfer Ivan Mamut ke Persija Jakarta
Ada sosok kapten dan legenda hidup Andritany Ardhiyasa, kiper muda berprospek cerah Hafizh Rizkianur, plus dua tambahan amunisi berlabel tim nasional, yakni Aqil Savik dan Nadeo Argawinata.
Kehadiran nama-nama besar ini bikin barisan pertahanan Persija makin sulit ditembus, sekaligus ngasih kemewahan buat STY untuk merotasi kiper kapan saja sesuai kebutuhan taktik.