Merahputih.com - Buntut dari kekalahan perdana Persija di ajang Super League 2026/27, pelatih Shin Tae-yong menyadari betul bahwa taktik Persija kini mulai dikuliti oleh tim-tim rival.
Juru taktik asal Korea Selatan itu mengingatkan Rizky Ridho dan kawan-kawan agar segera berbenah karena klub Super League lainnya dijamin akan tampil lebih ngotot saat menghadapi Macan Kemayoran.
Kekalahan menyakitkan dari Persita Tangerang pada akhir pekan lalu jelas menjadi tamparan sekaligus momentum evaluasi krusial bagi Persija Jakarta.
Baca juga:
Lawan Arema, STY Kecewa Lagi-Lagi Laga Kandang Persija Terusir dari Jakarta Imbas Konser
Shin Tae-yong sangat percaya diri bahwa gaya main Persija sedang jadi bahan analisis ketat oleh lawan-lawannya di sisa musim Super League 2026/27.
Kalau tidak mau kembali tergelincir dan kehilangan poin penting, skuad kebanggaan The Jakmania ini wajib terus berinovasi dan tidak boleh tampil monoton di atas lapangan hijau.
Waktunya Introspeksi dan Merespons Keadaan

Merespons hasil minor tersebut, pelatih yang akrab disapa STY ini meminta pasukannya untuk tidak larut dalam kekecewaan.
Ia menegaskan bahwa setiap tim yang berhadapan dengan Persija pasti punya motivasi ekstra dan sudah meracik strategi penangkal yang matang.
Kami harus lebih banyak introspeksi diri, berusaha lebih keras, dan bersiap dengan baik. Hanya dengan begitu akan ada hasil yang baik. Ke depan, tim mana pun pasti akan menganalisis lebih banyak demi mengalahkan kami dan akan tampil lebih kuat saat melawan kami. Kami harus mempersiapkan diri dan meresponsnya dengan baik,
Ucap Shin Tae-yong.
Statistik Menggigit, Tapi Penyelesaian Akhir Kurang Efektif
Kalau menengok catatan statistik saat takluk dari Persita, intensitas serangan Macan Kemayoran sebenarnya jauh dari kata buruk.
Skuad ibu kota tampil mendominasi jalannya pertandingan, namun sayangnya mereka tumpul di sepertiga akhir lapangan.
Baca juga:
Agresivitas tinggi yang ditunjukkan oleh Rizky Ridho dkk ternyata tidak dibarengi dengan penyelesaian akhir yang mematikan.
Banyaknya peluang emas yang terbuang sia-sia membuktikan bahwa Persija masih punya pekerjaan rumah yang cukup berat terkait efisiensi konversi gol. Jika ingin kembali ke jalur kemenangan dan terus bersaing di papan atas, ketajaman lini serang mutlak harus segera dievaluasi.