MerahPutih.com - Harga bensin di Amerika Serikat saat ini sangat tinggi. Bahkan, hargan bisa lebih mahal tiga kali lipat.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan lonjakan harga bisa terjadi jika Angkatan Laut AS tidak hadir di kawasan Selat Hormuz.
Harga bensin terlalu tinggi. Harganya bisa tiga kali lipat lebih mahal jika bukan Angkatan Laut Amerika Serikat yang menjaga kelancaran aliran minyak dan gas keluar dari Selat Hormuz. Jika kita menyerah dan pergi begitu saja, harga energi akan melonjak drastis,
kata Vance saat wawancara dengan CBS.
AS ingin mencapai dua tujuan untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Washington menginginkan komitmen Iran agar Teheran tidak berupaya memulihkan kapasitas pengayaan uraniumnya.
Baca juga:
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Selain itu, wapres juga mengatakan AS ingin mencegah krisis energi global yang mungkin terjadi jika mereka mengurangi kehadirannya di kawasan tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS yang berada di negara-negara di Timur Tengah.
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Blokade itu juga berdampak pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan, yang memicu kenaikan harga dan pasokan logistik lainnya. (*)