Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Sebelum Menyimpan Daging, Cek Batas Waktunya

Dwi Astarini - Rabu, 22 Agustus 2018

SAAT berbelanja bulanan, beberap ibu cenderung membeli persiapan daging untuk sebulan penuh. Tak hanya daging, dalam belanja itu ada juga beberapa macam daging olahan, semisal sosis, kornet, dan bakso. Selain itu, daging berlebih juga kerap terjadi ketika Idul Adha tiba. Karena waktu yang terbatas, pasti kamu enggak akan mengolah semuanya sekaligus.

Solusi terbaik untuk stok daging berlebih ialah dengan menyimpannya di kulkas ataupun freezer. Namun, sebelum menyimpan daging, kamu perlu banget mengecek kelayakan kulkas kamu terlebih dulu. Caranya mudah banget. Coba perhatikan makanan yang kamu simpan di freezer, misalnya es krim. Jika es krim tersebut masih cenderung lunak berair dan tidak mengeras setelah lama dibekukan, itu berati suhu freezer kamu kurang dingin untuk menyimpan makanan dalam jangka waktu lama.

Terlepas dari kondisi kulkas yang kamu punya, setiap jenis daging punya masa simpan berbeda. Berikut aturan daya simpan daging di pendingin.


1. Daging merah

daging sapi
Daging merah bisa disimpan beku selama 2-6 bulan. (foto: pixabay/free-photos)

Daging merah mentah, seperti daging sapi, kambing, domba, dan babi dapat disimpan di kulkas selama tiga sampai empat hari. Jika disimpan di freezer, daging merah mentah bisa bertahan hingga 4-12 bulan. Sementara itu, daging merah matang bisa awet disimpan dalam kulkas selama 3-4 hari, sedangkan jika disimpan dalam freezer bisa bertahan 2-6 bulan.

Saat akan mengolah daging merah, jangan lupa cek kembali kondisinya. Bila daging berubah warna kecokelatan dan terlihat tidak segar lagi, buang dan jangan diolah.


2. Daging unggas

daging ayam
Daging unggas utuh beku bisa bertahan hingga setahun. (foto: pixabay/lebensmittelfotos)

Berbeda dengan daging merah, daging unggas mentah hanya dapat bertahan selama satu atau dua hari di dalam lemari es. Namun, jika disimpan di dalam freezer, daging unggas potongan bisa bertahan hingga sembilan bulan. Bahkan, daging unggas utuh bisa bertahan sekitar satu tahun jika dibekukan.

Sementara itu, daging unggas yang sudah dimasak bisa disimpan selama tiga sampai empat hari, dan dua hingga enam bulan bila disimpan dalam freezer.

3. Makanan laut

seafood
Boga bahari beku awet hingga 6 bulan. (foto: pixabay/publicdomainpictures)

Boga bahari seperti berbagai jenis ikan mentah dapat disimpan selama 1-2 hari di kulkas. Bila ingin menyimpan boga bahari lebih lama lagi, pindahkan ke freezer. Membekukan makanan laut segar membuatnya awet hingga 6 bulan.

Meski begitu, Badan POM Amerika Serikat, FDA, menyarankan menyimpan ikan mengikuti kandungan lemak yang ada di dalam ikan tersebut.

Ikan dengan sedikit lemak, seperti ikan kod, flounder, tuna, dan nila, bisa disimpan di freezer hingga enam bulan. Sementara itu, ikan teri, makarel, salmon, dan sarden, yang tergolong ikan berlemak, hanya boleh disimpan selama dua sampai tiga bulan. Hal itu demi menjaga kualitas ikan.

4. Daging giling

daging giling
Daging giling bertahan 3-4 bulan dalam freezer. (foto: pixabay/PublicDomainPictures)

Daging giling, baik daging sapi, domba, maupun ayam, hanya bisa bertahan di kulkas selama satu hingga dua hari. Jika disimpan dalam freezer, daging giling bisa awet sampai 3-4 bulan.

5. Daging olahan

sosis
Tanggal kedaluwarsa pada daging olahan memudahkan dalam penyimpanan. (foto: pixabay/congerdesign)


Produk daging olahan seperti sosis, kornet, sepek (bacon), ham, daging asap, dan salami bisa bertahan dalam kulkas hingga 2 minggu dengan bungkus yang tersegel sempurna. Apabila telah dibuka, daging olahan itu hanya bisa disimpan dalam kulkas sekitar 5-7 hari. Jika dimasukkan ke freezer, masa simpan daging olahan bisa satu sampai dua bulan.

Menyimpan daging olahan jauh lebih mudah daripada daging segar karena pada kemasannya sudah tercantum masa kedaluwarsa. Untuk memudahkanmu, tempelkan label tanggal kamu membuka kemasan tersebut agar kamu tahu kapan harus mengeluarkannya dari kulkas dan cepat-cepat mengolahnya sebelum membusuk.

Meskipun menyimpan daging di freezer bisa membuatnya lebih tahan lama, kamu jangan lupa memperhatikan tata cara menyimpan daging yang tepat ya. Kemas daging dalam wadah kedap udara dan sesuai dengan porsi sekali masak. Dengan begitu, kamu tak perlu membekukan lagi daging yang sudah dicairkan. Pasalnya, membekukan lagi daging yang sudah dicairkan bisa menurunkan kualitas daging dan membuatnya cepat busuk.(*)

Baca Artikel Asli