MerahPutih.com - Keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjatuhkan sanksi berat kepada Persib Bandung banyak menuai pro dan kontra. Sejumlah pihak menilai hukuman kepada jawara ISL 2014 tersebut kelewat batas.
Hukuman paling berat yang diterima klub asal Kota Kembang itu adalah diharuskan menggelar laga kandang di luar pulau Jawa dan tanpa didukung suporter hingga akhir musim 2018. Selain itu, Persib masih tak diperbolehkan menggelar partai kandang di Bandung dengan penonton selama setengah musim 2019.
Keputusan yang dijatuhkan kepada Persib direspons dengan cara-cara yang tidak etis. Pengurus mendapatkan teror dari orang yang tidak bertanggung jawab.
"Pengurus PSSI menerima ribuan teror lewat alat komunikasi pribadi. Dari sekadar olok-olok, hingga ancaman pembunuhan atas putusan yang dijatuhkan Komdis," kata Media Relation and Digital Promotion PSSI, Gatot Widakdo kepada wartawan.
PSSI menyayangkan. Mengingat teror juga menganggu kerja PSSI dalam menjalankan organisasi karena alat komunikasi terganggu.
"Pengurus harus menjalin komunikasi dengan semua pemangku kepentingan sepak bola nasional. Begitu juga dengan berbagai urusan luar negeri."
"Bagaimana mungkin nomor telepon pribadi pengurus bisa disebarluaskan hanya untuk mengirimkan teror yang berbau kebencian dan ancaman pembunuhan. Sebaiknya hal ini dihentikan dan mari kita berpikir positif." (*/Bolaskor)