MerahPutih.com - Samsung Galaxy S27 Ultra kemungkinan bakal mengalami perubahan dalam strategi chipset-nya.
HP unggulan ini diperkirakan akan menggunakan prosesor Snapdragon generasi berikutnya dari Qualcomm. Namun, laporan mengenai masalah panas berlebih (overheating) dapat mempersulit rencana tersebut.
Samsung mungkin beralih menggunakan Exynos 2700 buatannya sendiri jika masalah tersebut tidak kunjung teratasi.
Baca juga:
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Warna Baru dan Baterai 5.700 mAh
Samsung Galaxy S27 Ultra Kabarnya Pakai Exynos 2700
Prosesor tersebut dilaporkan melampaui batas suhu saat menangani beban kerja yang berkelanjutan, yang menyebabkan kecepatan pemrosesan menurun.
Samsung dikabarkan telah meminta Qualcomm untuk mengatasi masalah ini paling lambat pertengahan Oktober 2026, meskipun kedua perusahaan tersebut masih terus berupaya melakukan perbaikan.
Jika Qualcomm tidak dapat memenuhi persyaratan Samsung terkait stabilitas termal dan performa, maka perusahaan mungkin akan mempertimbangkan penggunaan prosesor buatannya sendiri, Exynos 2700, sebagai alternatif.
Baca juga:
One UI 9.5 Mulai Diuji di Samsung Galaxy A57 dan Galaxy A17 5G, ini Detailnya
Chip tersebut kini sedang dikembangkan oleh divisi System LSI Samsung dan diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2nm generasi kedua, SF2P, dari Samsung Foundry. Lalu, chip ini dirancang untuk meningkatkan performa komputasi serta efisiensi daya dibandingkan dengan pendahulunya.
Samsung Galaxy S27 Ultra yang ditenagai oleh Exynos akan menjadi penanda kebangkitan besar bagi prosesor buatan mereka sendiri dalam jajaran smartphone premiumnya.
Kemudian, Samsung Galaxy S22 Ultra merupakan model Ultra terakhir yang menawarkan varian Exynos, dengan disematkannya Exynos 2200 pada model-model yang dipasarkan di Eropa pada 2022.
Sementara untuk Galaxy S23 Ultra dan generasi-generasi berikutnya, Samsung beralih menggunakan prosesor Snapdragon di seluruh pasar global.
Baca juga:
Honor Magic 9 Meluncur Global Januari 2027, Siap Tantang Samsung Galaxy S27
Masalah Overheating Masih Jadi PR Besar Samsung
Laporan terbaru mengenai masalah panas berlebih (overheating) tidak menjelaskan apakah Samsung berniat menerapkan Exynos secara global atau tetap mempertahankan pembagian berdasarkan wilayah.
Keputusan tersebut juga memiliki implikasi finansial. Menurut Seoul Economic Daily, biaya pembelian AP (application processor) seluler Samsung mencapai 13,83 triliun won (Rp 187 triliun) pada 2025.
Peningkatan penggunaan Exynos dapat mengurangi ketergantungan pada pemasok chip eksternal serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas manufaktur canggih milik Samsung. (sof)