MERAHPUTIH.COM - KELANGKAAN bahan bakar minyak (BBM) di Bali membuat antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Hal itu berdampak pada aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian anak sekolah terpaksa belajar dari rumah, sedangkan pekerja menjalankan aktivitas dari rumah.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyoroti dampak tersebut setelah menyaksikan langsung antrean kendaraan saat berada di Bali. Ia mengaku melihat kondisi itu setelah menghadiri kegiatan Bali Climate Week.
“Saya juga sendiri baru kembali dari Bali menjadi pembicara di Bali Climate Week dan saya menyaksikan sendiri kondisi antrean yang panjang,” kata Eddy kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/9).
Menurut Eddy, masyarakat harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM, bahkan di tengah cuaca panas. Situasi tersebut menambah beban warga yang membutuhkan bahan bakar untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Baca juga:
Isi BBM di Bali Skema Ganjil Genap Tergantung Nopol, Anggota TNI/Polri Awasi di SPBU
Ia menilai gangguan yang terjadi perlu segera diatasi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan memperoleh BBM. Eddy turut menyoroti perubahan aktivitas pendidikan dan pekerjaan yang disebut terjadi akibat kondisi tersebut. Ia berharap anak sekolah dapat kembali mengikuti kegiatan belajar secara normal dan para pekerja bisa kembali menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya.
“Sehingga beberapa kejadian misalkan saja anak sekolah terpaksa belajar di rumah, kemudian orang bekerja juga di rumah, itu kemudian bisa dipulihkan kembali kondisinya,” tutur Eddy.
Ia berharap penanganan persoalan BBM di Bali segera membuahkan hasil sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa terganggu antrean panjang.(knu)
Baca juga:
Warga Bali Antre Beli BBM, Gubernur Koster Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Kuota