Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000 Per Dolar, Pengumuman Inflasi Mempengaruhi

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September 2026.

Adapun secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi tercatat sebesar 2,17 persen dan inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,30 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis bergerak melemah 72 poin atau 0,40 persen menjadi Rp 17.966 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.894 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp 17.937 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.877 per dolar AS.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Merah Padam Meski Rupiah Menguat, Ada Apa Sebenarnya?

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia yang mencapai 3,28 persen.

Rupiah hari ini melemah dipengaruhi oleh domestik pengumuman inflasi September yang mencapai 3,28 persen level mendekati batas atas target BI (Bank Indonesia) 2,5 persen plus minus 1 persen,

ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (1/10).

Melihat sentimen global, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sudah menyentuh 5,3 persen imbas kekhawatiran kenaikan bunga Federal Reserve (The Fed) di bulan ini.

Survei menunjukkan 36 persen yakin ada dua kali kenaikan lagi sampai dengan akhir tahun, kenaikan masing-masing 25 bps (basis points). Yield obligasi pemerintah AS berpotensi naik lagi selain expectations kenaikan bunga juga karena pertumbuhan ekonomi AS masih kuat,

ucap dia.

Baca Artikel Asli