MerahPutih.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (10/10) pagi, kembali melemah. Pelemahan mencapai 31 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp 15.282 per dolar USD, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Pada akhir pekan kemarin, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan melemah, menyusul turunnya cadangan devisa Indonesia pada September 2022.
Baca Juga:
Rupiah Masih Dalam Posisi Melemah
Jumat (7/10) Rupiah ditutup melemah 63 poin atau 0,42 persen ke posisi Rp 15.251 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.188 per USD.
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2022 tetap tinggi, namun menurun menjadi sebesar 130,8 miliar USD dari posisi pada akhir Agustus 2022 sebesar 132,2 miliar USD.
Penurunan posisi cadangan devisa pada September 2022 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
"Adapun pergerakan dolar AS sendiri cukup datar hari ini, dengan pelaku pasar cenderung wait and see menantikan data tenaga kerja AS NFP malam ini," ujar Lukman. (Asp)
Baca Juga:
Rupiah Diperdagangkan Rp 15.200 Per USD