Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Ruang Ganti Memanas, Real Madrid Kunci Mulut Skuad Usai Dibungkam Atletico

Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026

MerahPutih.com - Manajemen Real Madrid mengambil tindakan darurat pascamenelan kekalahan pahit 1-2 dari Atletico Madrid dalam laga Derbi Madrid yang diwarnai ketegangan tinggi.

Klub Real Madrid secara resmi melarang seluruh pemain skuad utama untuk memberikan pernyataan apa pun kepada awak media terkait laga derbi dua tim ibu kota itu.

Baca juga:

Jose Mourinho Murka Usai Real Madrid Kalah dari Atletico, Soroti Wasit dan VAR

Tindakan Pencegahan Klub Antisipasi Ancaman Sanksi

Imbas kebijakan itu, suasana di dalam ruang ganti Real Madrid dilaporkan berada dalam tingkat ketegangan paling puncak pascapeluit panjang dibunyikan.

Laporan media Spanyol, AS, dikutip Senin (21/9), manajemen Real Madrid mengambil langkah drastis itu untuk membentengi para pemain dari potensi sanksi disiplin akibat ujaran kemarahan yang bisa terlontar terhadap kinerja kepemimpinan wasit.

Baca juga:

Hari Apes Jose Mourinho! Tumbang di Derbi Madrid, Kini Terancam Sanksi Skorsing

Rentetan Keputusan Kontroversial Pengadil Lapangan

Kekecewaan mendalam skuad Los Blancos dipicu serangkaian keputusan kepemimpinan wasit yang dinilai sangat merugikan dan berat sebelah selama 90 menit pertandingan.

Pemain Real Madrid menyoroti pembiaran wasit atas pelanggaran keras yang dilakukan Cuti Romero terhadap Jude Bellingham serta aksi kasar Kang-in Lee kepada Fede Valverde tanpa ganjaran kartu merah.

Kritik keras terhadap kepemimpinan wasit datang langsung dari sang pelatih Jose Mourinho. Dia terang-terangan menyerang pengalaman Ortiz Arias, serta rekam jejak Trujillo Suarez sebagai wasit VAR dalam pertandingan yang melibatkan Real Madrid.

Mereka melakukan kesalahan dengan menurunkan wasit berusia 41 tahun yang belum pernah menghadapi situasi seperti ini. Lalu menurunkan satu wasit lagi yang memiliki rekor buruk luar biasa saat melawan Real Madrid,

Jose Mourinho

Ungkapan emosi dan protes keras terus bergema dari dalam ruang ganti, hingga memaksa jajaran manajemen bergerak cepat memblokir akses media terhadap seluruh pemain. (*)

Baca Artikel Asli