Rekam Jejak dan Kontroversi Milorad Mazic, Wasit Final UCL
Kamis, 24 Mei 2018 -
Merahputih.com - Final Liga Champions 2017/18 akan mempertemukan Real Madrid dengan Liverpool. Pertandingan dihelat di NSC Olimpiyskiy, Kiev, Minggu (27/5) pukul 01.45 dini hari.
Dalam pertandingan klasik kali ini, yang akan menjadi pengadil adalah Milorad Mazic. Wasit asal Serbia itu memang tak terlalu tersohor seperti Pierluigi Collina ataupun Howard Webb. Pasalnya, karier wasit 45 tahun itu baru menanjak beberapa tahun terakhir dan dipercaya memimpin partai-partai besar. Dalam kariernya yang pendek itu, tak sedikit kontroversi dibuatnya.
Berlisensi FIFA sejak 2009, Mazic dikenal sebagai wasit tanpa kompromi. Ia pernah memimpin laga-laga 'keras' seperti Red Star Belgrade kontra FK Partizan dan Derby mesir antara Al Ahly kontra Zamalek. Namun, Piala Dunia 2014 jadi momen terburuknya. Ia dicap jadi wasit terburuk di ajang sepakbola empat tahunan itu. Lewat situs redcardtheref.com, Mazic mendapatkan 87 ribu pemilih dari total 110 ribu pemilih.
Mazic yang 'Akrab' dengan Real Madrid dan Liverpool
Tercatat, Mazic pernah membuat keputusan kontroversi saat memberikan penalti kontroversial dalam laga Jerman kontra Portugal pada Piala Dunia 2014 Brail. Dalam pertandingan itu, ia juga mengganjar Pepe dengan kartu merah. Akibatnya, Protugal digilas Jerman 4 gol tanpa balas.
Terkhusus bagi Kapten Portugal yang juga punggawa Madrid, Cristiano Ronaldo, Mazic bukanlah sosok asing. Mazic tercatata tiga kali memimpin pertandingan Real Madrid dengan diperkuat Ronaldo di Liga Champions.
Pertama, Mazic memimpin leg pertama derby Madrid antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Ia saat itu sebagai wasit utama pada perempatfinal Liga Champions 2014/15. Pada pertandingan itu, Mazic dianggap menguntungkan Real Madrid. Mario Mandzukic yang berdarah-darah usai wajahnya disikut Sergio Ramos, tak mendapat perhatian baik oleh Mazic maupun hakim garis. Kejadian lainnya, Ramos tertangkap kamera menggigit Mandzukic dan momen pamungkas adalah ketika Dani Carvajal dengan telak memukul perut Manzdukic. Namun, kesemuanya tak mendapat ganjaran dari Mazic.
Kedua, Mazic memimpin laga Basel melawan Madrid pada fase grup Liga Champions 2014/15 dan terakhir yaitu pada ajang Piala Super Eropa 2016 saat Madrid bentrok dengan Sevilla. Sehingga jika ditotal, Dari tiga laga tersebut, Madrid dua kali menang dan satu kali imbang.
Mazic juga mempunyai rekam jejak bagus saat memimpin pertandingan yang dijalani Liverpool. Mazic pernah dua kali memimpin pertandingan yang dijalani The Reds.
Pertama, 2011 silam ketika Liverpool kontra Sparta Praha. Saat itu, Liverpool memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 lewat gol Dirk Kuyt dalam babak 32 besar Liga Europa. Kedua, Saat Liverpool bentrok dengan Manchester United di babak 16 besar Liga Europa musim 2015/16. Saat itu pertandingan berakhir imbang 1-1. Sehingga, baik Madrid maupun Liverpool belum pernah kalah dalam pertandingan yang dipimpin Mazic.
Mazic juga pernah memimpin laga final Piala Konfederasi 2017 antara Jerman dan Cile. Laga itu merupakan laga krusial karena jadi laga percobaan Video Assistant Referee (VAR). Kontroversi Mazic dalam pertandingan itu pun muncul saat ia dianggap mengambil keputusan keliru. Setelah melihat tayangan ulang dan pertandingan tertunda empat menit, Gonzalo Jara yang tertangkap kamera menyikut wajah Timo Werner hanya dihadiahi kartu kuning.
Meski begitu, FIFA tetap menganggap Mazis sebagai wasit kompeten untuk menjadi pengadil laga-laga besar. Mazic bahkan sudah ditunjuk FIFA jadi wasit Piala Dunia 2018. (*)