MerahPutih.com - Ratchaburi FC mengkampanyekan anti rasisme di akun media sosialnya. Itu menyusul laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) melawan Persib Bandung yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Laga diwarnai sejumlah insiden dan pelanggaran yang dilakukan suporter. Seperti penyalaan suar dan petasan, juga pelemparan benda.
Suporter tuan rumah juga melakukan invasi ke lapangan membuat pemain, ofisial Ratchaburi FC ketakutan hingga berlarian menuju ruang ganti usai pertandingan.
“Tidak Ada Tempat untuk Rasisme,” tulis Ratchaburi FC.
Baca juga:
“Karena sepak bola adalah olahraga yang menyenangkan dan indah bagi semua orang di seluruh dunia, "rasisme" dan "diskriminasi" seharusnya tidak ada di mana pun, tidak peduli apa yang terjadi selama pertandingan atau bagaimana pertandingan berakhir,” sambung pernyataan klub.
Diperkirakan rasisme menimpa pemainnya Denilson. Setidaknya itu berdasarkan dukungan yang diberikan klub.
“Kami selalu mendukung Denilson dan keluarga,” tulis klub.
Ratchaburi FC menelan kekalahan 0-1 di leg kedua. Namun mereka tetap melangkah ke perempat final karena unggul agregat 3-1.
Hal ini tidak lepas dari kemenangan 3-0 yang diperoleh di leg pertama 16 besar di kandang sendiri, Stadion Ratchaburi.