Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Mengenal Timnas Benin Lawan Terakhir Messi, Pembunuh Raksasa Pemegang Rekor Unik Piala Afrika

Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026

MerahPutih.com - Megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi, dipastikan bakal melakoni pertandingan terakhirnya bersama Timnas Argentina saat bersua Benin dalam laga uji coba di Estadio Monumental, Rabu (7/10) pagi pukul 06.00 WIB.

Pertandingan bersejarah ini digelar khusus sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi La Pulga yang telah memutuskan untuk mengakhiri perjalanan karier internasionalnya yang bergelimang trofi.

Baca juga:

Lionel Scaloni Bicara Masa Depan Argentina setelah Ditinggal Lionel Messi, Yakin Tetap Bersinar

Calon lawan terakhir Messi di panggung internasional ini bukanlah tim sembarangan, melainkan Tim nasional Benin yang berjuluk Les Guépards (Para Cheetah).

Mengusung bendera Federasi Sepak Bola Benin (BFF) sejak berafiliasi dengan FIFA pada tahun 1962, negara yang dulunya bernama Dahomey hingga tahun 1975 itu menyimpan rekam jejak panjang penuh dinamika di kancah sepak bola Benua Hitam.

Lionel
Lionel Messi bakal tampil di pertandingan terakhir timnas Argentina. (Foto: X/Argentina)

Pemegang Rekor Unik Sejarah Piala Afrika

Timnas negara yang resmi bergabung FIFA sejak 1962 dan CAF sejak 1969 itu merupakan pemegang rekor paling unik sepanjang sejarah gelaran Piala Afrika (AFCON).

Les Guépards mencuri perhatian publik global setelah menjadi tim nasional pertama dalam sejarah yang berhasil menembus babak perempat final AFCON tanpa meraih satu pun kemenangan selama 120 menit sepanjang turnamen edisi 2019.

Meski belum pernah sekalipun merasakan tampil di Final Piala Dunia, Benin tercatat empat kali lolos tampil di Piala Afrika pada 2004, 2008, 2010, dan 2019.

Baca juga:

AS Roma Larang Dybala dan Molina Hadiri Laga Perpisahan Messi, Ada Apa?

Timnas Benin Pernah Dibubarkan Tahun 2010

Namun, gelaran AFCON Tahun 2010 menjadi noda kelam bagi sejarah sepak bola negara itu. Kisruh politik dalam negeri sempat membuat federasi membubarkan seluruh anggota tim nasional Benin secara mendadak.

Kala itu, kegagalan di babak grup AFCON 2010 berbuntut pada penangkapan Presiden BFF Anjorin Moucharaf atas tuduhan dugaan penipuan, hingga memicu pemecatan mendadak pelatih Michel Dussuyer.

Dussuyer yang sempat dipecat sepihak itu akhirnya kembali reuni bersama skuad Benin memimpin Les Guépards dalam petualangan keempat mereka di Piala Afrika 2019.

Tim Pembunuh Raksasa Afrika

Kembalinya sang pelatih itu berakhir manis, Benin mencetak sejarah tersukses mereka dalam keikutsertaan di Piala Afrika

Untuk pertama kalinya, mereka melaju hingga ke babak perempat final setelah menaklukkan kandidat juara Maroko lewat adu penalti 4-1, setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Kala itu publik menjuluki skuad besutan Dussuyer tim 'Daud si Pembunuh Raksasa dari Afrika'. Les Guépards memang terhenti di perempat final kalah tipis 0-1 dari Senegal yang akhirnya menjadi juara turneman.

Meski begitu, Benin sukses mencetak sejarah unik dalam gelaran Piala Afrika yang hingga kini belum pernah dilakukan negara benua hitam lainnya.

Tim pertama dalam sejarah yang lolos hingga babak 8 besar tanpa pernah mengantongi kemenangan dalam durasi 90 menit plus perpanjangan waktu 2x15 menit.

Baca juga:

Era Lionel Messi Berakhir, Lautaro Martinez Jadi Calon Kapten Timnas Argentina

Benin Datang ke Laga Perpisahan Lionel Messi Bukan Sebagai Turis

Keberhasilan bangkit dari penderitaan politik masa lalu membuktikan Les Guépards memiliki mentalitas baja saat berhadapan dengan tim-tim berlabel bintang dunia.

Kini dengan kedalaman skuad yang makin matang dan berpengalaman di kompetisi Eropa, Benin yang sekarang dilatih Gernot Rohr itu siap memberikan perlawanan sengit dalam laga perpisahan Messi di Buenos Aires besok pagi.

Ini sepak bola: sebelas pemain melawan sebelas pemain. Kami bisa menang, bisa seri, atau mereka bisa menang, tetapi ini sepak bola. Kami tidak di sini untuk menjadi turis di Argentina; kami di sini untuk bermain dan bersaing,

Kiper timnas Benin, Marcel Dandjinou, kepada Marca, dikutip dari Goal.com, Selasa (6/10).
Baca Artikel Asli