MerahPutih.com - Laga Venezia dan Udinese pada pekan ke-11 Serie A 2026/2027 bukan sekadar duel dua tim penghuni dasar klasemen.
Stadion Pier Luigi Penzo, Venezia, Sabtu (7/11) pukul 02.45 WIB, akan menjadi saksi panggung emosional bagi Paolo Zanetti yang menjalani debut sebagai pelatih baru Udinese melawan klub yang pernah dibawanya promosi ke Serie A.
Baca juga:
David Alaba Tinggalkan Real Madrid, Udinese Dapat Durian Runtuh Gratis
Duel 2 Tim Zona Degradasi
Tekanan besar mengiringi kedua tim menjelang pertandingan ini. Venezia masih terbenam di dasar klasemen atau posisi ke-20 dengan hanya tiga poin dari 10 pertandingan.
Situasi Udinese tidak jauh lebih baik karena berada satu tingkat di atas Venezia dengan lima poin. Kondisi itu membuat pertandingan bernilai lebih dari sekadar tiga poin karena pemenangnya bisa mendapatkan momentum penting untuk keluar dari krisis yang membayangi sejak awal musim.
Baca juga:
Venezia Batasi Turis Berkelompok dan Melarang Pengeras Suara
Paolo Zanetti Harapan Baru Venezia
Pergantian pelatih menjadi perjudian besar Udinese setelah manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Kosta Runjaic menyusul kekalahan telak 2-5 dari AS Roma.
Rentetan hasil buruk yang menghasilkan tujuh kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir menjadi alasan utama pergantian kursi kepelatihan tersebut.
Paolo Zanetti dipercaya memimpin proyek penyelamatan Udinese hingga Juni 2027 dan langsung dihadapkan pada tantangan emosional saat harus kembali ke Venezia, klub yang memiliki tempat khusus dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Zanetti sadar masalah utama Udinese bukan hanya taktik, melainkan kepercayaan diri yang menurun akibat hasil negatif yang terus berdatangan.

Ilustrasi logo klub sepak bola Italia, Udinese. (ANTARA/Gilang Galiartha)
Venezia Sedang Kehilangan Ketajaman
Situasi kubu tuan rumah Venezia juga tidak ideal. Tim asuhan Davide Nicola menelan tiga kekalahan beruntun di Serie A tanpa mampu mencetak satu gol pun.
Kekalahan 0-1 dari Como pada laga terakhir kembali menunjukkan lemahnya produktivitas lini serang mereka.
Harapan tuan rumah akan bertumpu pada Akor Adams dan John Yeboah yang diperkirakan kembali memimpin lini depan dalam formasi 3-5-2.
Bermain di Pier Luigi Penzo menjadi keuntungan tersendiri bagi Venezia, namun tekanan akibat posisi mereka di dasar klasemen bisa menjadi pedang bermata dua.
Baca juga:
Tottenham Tunjuk Igor Tudor, Sosok yang Pernah Selamatkan Udinese dari Degradasi
Duel Krusial di Zona Merah
Dari sisi kualitas skuad, Udinese sedikit lebih unggul. Kehadiran pemain seperti Jurgen Ekkelenkamp, Nicolo Zaniolo, dan Keinan Davis memberikan opsi serangan yang lebih beragam dibanding Venezia.
Selain itu, efek psikologis pergantian pelatih sering kali menghadirkan suntikan motivasi instan yang membuat pemain tampil lebih agresif dan disiplin.
Sementara Venezia masih dibayangi masalah konsistensi dan ketajaman lini depan yang membuat mereka kesulitan mengubah peluang menjadi gol sepanjang musim ini.
Jika mampu menjaga organisasi permainan dan memanfaatkan ruang di lini belakang Venezia, Udinese memiliki peluang besar membawa pulang poin penuh.
Prediksi Line Up
Venezia (3-5-2)
Stankovic; Halhal, Moreno, Jesus; Hainaut, Perez, Busio, Sohm, Mazzocchi; Yeboah, Adams.
Udinese (3-4-2-1)
Okoye; Abankwah, Solet, Palma; Vojvoda, Karlstrom, Piotrowski, Kamara; Zaniolo, Ekkelenkamp; Davis.
Prediksi Skor Venezia vs Udinese
Faktor kandang memang memberikan keuntungan bagi Venezia, tetapi hadirnya Paolo Zanetti diperkirakan membawa energi baru bagi Udinese yang sedang membutuhkan titik balik.
Kualitas individu pemain Udinese juga sedikit lebih baik dibanding tuan rumah, terutama di lini tengah dan sektor serangan.
Prediksi skor: Venezia 1-2 Udinese