MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (13/6) sore.
Presiden terpilih RI tersebut mengaku memberikan laporan kepada Presiden Jokowi dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam lebih tersebut setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Jordania.
"Saya laporkan hasil dari KTT di Jordan, yang KTT ini khusus untuk membicarakan bantuan kemanusiaan yang segera bisa disiapkan mengantisipasi gencatan senjata yang diharapkan akan terwujud," papar Prabowo.
Prabowo menjelaskan, pertemuan membahas antisipasi jika gencatan senjata oleh Israel terhadap Palestina tidak terwujud, seperti langkah yang harus diambil agar gencatan senjata dilakukan dan memberi bantuan terhadap rakyat Palestina.
Baca juga:
Ia merinci, dalam KTT yang diselenggarakan atas undangan Raja Jordania, Presiden Mesir dan Sekjen PBB tersebut juga dihadiri oleh Presiden Palestina dan beberapa kepala negara lain, seperti Perdana Menteri Spanyol, Slovenia, Maroko, Lebanon, Presiden Rwanda dan Siprus.
Menhan Prabowo juga mengaku siap mengevakuasi 1.000 pasien dari Gaza untuk dirawat di Indonesia.
"Disusunlah langkah-langkah untuk mengatur bantuan dan Indonesia sudah umumkan siap mengevakuasi 1.000 pasien dirawat di Indonesia dan begitu sembuh akan dikembalikan ke Gaza begitu situasi normal," ujar Prabowo.
Selain ke Jordania, Prabowo juga melaporkan kunjungannya ke Arab Saudi dan diterima oleh Perdana Menteri sekaligus putera mahkota dan Menteri Pertahanan Arab Saudi. Kedua pihak saling bertukar pandangan dan menyatakan kelanjutan kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang.
Baca juga:
Indonesia dan Yordania Bakal Kirimkan Bantuan ke Gaza Lewat Udara
"Di situ bertukar pandangan dan informasi, dan sepakat meneruskan kerja sama yang erat dengan Pemerintah Arab Saudi. Beliau sampaikan salam untuk Presiden Jokowi," ungkapnya.