Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pesisir Jakarta Diterjang Rob, Wagub DKI: Kami Minta Semuanya Bersabar

Angga Yudha Pratama - Senin, 08 November 2021

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Kementerian PUPR tengah membuat tanggul di wilayah pesisir Jakarta. Tanggul itu dibuat untuk penanganan rob atau banjir pesisir di Jakarta Utara.

Terus dilaksanakan setiap tahun, memang ini membutuhkan biaya dan waktu. Untuk itu kami minta semuanya bersabar," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Senin (8/11).

Baca Juga

Begini Cara Anies Antisipasi Banjir Rob di Pesisir Jakarta

Pengerjaan tanggul itu, dilakukan sesuai dengan kemampuan Pemprov DKI dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ia juga mengharapkan pihak swasta ikut membantu mempercepat pembangunan tanggul tersebut.

"Harapan kita juga dukungan dari pihak swasta yang bisa membantu percepatan pembuatan tanggul dalam rangka mengurangi banjir rob di kawasan utara Jakarta," jelas Riza.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/12/2020). ANTARA/Livia Kristianti

Sebelumnya, Kementerian PUPR menjelaskan untuk mengurangi risiko banjir wilayah Jakarta bagian hilir dibangun tanggul untuk pantai dan muara sungai yang kritis sepanjang 46,2 km.

Tanggul yang telah dikerjakan sepanjang 13 kilometer dan rencananya akan dikerjakan sepanjang 33,2 km yang terbagi menjadi dua, yakni Kementerian PUPR sepanjang 10,8 km dan Pemprov DKI Jakarta sepanjang 22,4 km.

Pada 2021, Kementerian PUPR mengerjakan tanggul sepanjang 3,8 kilometer. Sementara itu, banjir akibat rob masih menggenangi kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Baca Juga

Banjir Rob Terjang Jakarta Utara, Anies: Tidak Ada Hal Mengkhawatirkan

Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) di enam RT yang berada di RW 022 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, terdampak banjir rob yang sudah terjadi selama empat hari.

Lurah Pluit Helwin Ginting mengatakan ketinggian banjir rob diperkirakan mencapai sekitar 30-60 sentimeter. Namun warga setempat belum ada yang mau diungsikan karena tidak ingin meninggalkan rumah masing-masing. (Asp)

Baca Artikel Asli