MerahPutih.com - Delegasi Iran untuk Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi diusir meninggalkan AS setelah perundingan diplomatik menemui jalan buntu.
Pernyataan tersebut dikonfirmasi oleh seorang pejabat AS kepada Anadolu pada Rabu (30/9). Situs berita Axios yang pertama kali melaporkan kabar tersebut, misi AS untuk PBB pada Senin malam memberi tahu misi Iran untuk PBB, atas perintah Rubio, bahwa delegasi Araghchi harus segera meninggalkan New York.
Axios melaporkan, mengutip seorang pejabat AS, bahwa delegasi tersebut sudah terlalu lama berada di sana, seraya menambahkan, “Sidang Majelis Umum PBB sudah selesai, jadi sudah waktunya mereka pergi.”
Pejabat AS tersebut mengatakan, delegasi Iran menaiki penerbangan dari New York menuju Doha pada Selasa pukul 01.20 waktu setempat (12.20 WIB). Sementara itu, sumber kedua mengatakan Araghchi sebenarnya telah dijadwalkan kembali ke Teheran pada Senin malam.
Baca juga:
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi. Namun, pada sore hari, menjadi jelas bahwa perundingan telah menemui jalan buntu.
Para mediator Qatar masih melanjutkan pembicaraan dengan kedua pihak mengenai proposal kompromi, menurut sumber-sumber regional yang dikutip dalam laporan tersebut.
AS dan Israel secara sepihak menyerang Iran pada 28 Februari. Teheran merespons agresi militer tersebut dengan serangan rudal dan pesawat nirawak di berbagai wilayah di kawasan Timur Tengah. Perang ini terus berlangsung, sampai pada blokde selat hormuz dan sanksi ekonomi pada Iran yang semakin diperkuat. (*)