Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pertalite Bakal Naik, Politikus Gerindra: Tunda Dulu Sampai Masyarakat Sudah Siap

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 April 2022

MerahPutih.com - Rencana bakal naiknya harga bahan bakar subsidi mengemukan ke publik. Harga pertalite diproyeksikannaik sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per liter. Dengan kenaikan ini, maka harga pertalite saat ini Rp 7.650 akan naik menjadi Rp 9.500 per liter.

Pemerintah diminta menunda rencana kenaikan BBM jenis Pertalite. Momentum kenaikan harga pertalite tersebut saat ini dinilai tidak tepat dan hanya menambah beban masyarakat yang baru mau bangkit dari pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Komisi VII DPR Perintahkan Pemerintah Siapkan 28,50 Juta Kiloliter Pertalite

"Jadi ditunda dulu sampai nanti dilihat masyarakat sudah siap. Jangan sekarang, momen-nya belum pas," kata anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade, Selasa (19/4).

Anak buah Ketum Gerindra Prabowo Subianto ini mengungkapkan, tiga hal yang menjadi alasan penundaan kenaikan harga pertalite.

Pertama, masyarakat baru pulih dari dampak pandemi COVID-19, kedua masyarakat mau mudik lebaran dan yang terakhir harga bahan-bahan kebutuhan pokok sedang naik.

"Kalau pemerintah menaikkan sekarang (harga pertalite), menjelang mudik, harga (bahan pokok) lagi naik, masyarakat tentu akan semakin susah. Pemerintah kasih nafas dululah kepada rakyat," ujarnya.

Andre mengakui, bahwa terjadi disparitas harga keekonomian pertalite dengan harga jual saat ini. Harga keekonomian pertalite, berkisar Rp 15.900 per liter sementara harga jual saat ini Rp 7.650 per liter. Dengan kondisi ini, Pertamina memang mengalami kerugian.

Petugas melayani pengisian BBM di SPBU Tol Sidoarjo 54.612.48, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/4/2022). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj.
Petugas melayani pengisian BBM di SPBU Tol Sidoarjo 54.612.48, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/4/2022). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj.

"Kan pertamax sudah naik, LPG 12 kilogram sudah naik, kerugian Pertamina mulai (diperbaiki), meskipun masih rugi, intinya lumayanlah, harga pertamax sudah naik, gas LPG 12 kilogram sudah naik," tutup politikus asal Sumatera Barat ini.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Thasrif mengatakan, saat ini harga jual BBM dan LPG bersubsidi, jauh dari harga keekonomian yang tengah melambung tinggi.

Pemerintah berisiko mengeluarkan dana Rp 320 triliun untuk subsidi dan kompensasi BBM dan LPG. Itu belum termasuk listrik. Sedangkan, harga minyak mentah Indonesia atau ICP dipatok sebesar USD 63 per barel, dan perhitungan alokasi subsidi dan kompensasi BBM dan LPG sekitar Rp 130 triliun.

"Jadi ada Rp 190 triliun yang harus bisa disiapkan kembali," ungkap Arifin. (Pon)

Baca Juga:

Gelisah Rakyat Dengar Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kilogram Bakal Naik

Baca Artikel Asli