MerahPutih.com - Keputusan Komisi Disiplin (Komdis) I-League terkait insiden bentrokan suporter pada laga Persita Tangerang kontra Persija Jakarta di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026), memicu sorotan tajam akibat disparitas hukuman yang dijatuhkan kepada kedua klub.
Dalam pengumuman resmi pada Rabu (21/10), Persita Tangerang tercatat hanya dijatuhi denda Rp 40 juta serta sanksi larangan suporter away sebanyak satu pertandingan, sementara Persija Jakarta menerima sanksi berkali-kali lipat lebih berat.
Baca juga:
Heran Bentrok Suporter Laga Persita vs Persija, STY Singgung Provokasi
Panpel Persita Gagal Jaga Keamanan Laga Persita vs Persija
Kepada media, Direktur Utama I-League, Ferry Paulus, menjelaskan sanksi denda Rp 40 juta untuk Persita diberikan lantaran panitia pelaksana (panpel) pertandingan dinilai lalai dalam mengawal keamanan serta ketertiban di area stadion hingga laga sempat terhenti selama 31 menit.
"Panitia pelaksana pertandingan Persita ya di kompetisi Super League, diputuskan oleh Komdis pelanggaran sebesar denda Rp 40 juta, di mana pelanggaran gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan, dan seterusnya," kata Ferry, saat membacakan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) di Jakarta, Rabu (21/10).
I.League juga menjatuhkan sanksi larangan bagi suporter Persita menghadiri laga tandang melawan Persija Jakarta di putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 14 mei 2027 tahun depan.
Baca juga:
Didenda Rp 90 Juta, Persija Dihukum Tandang Tanpa Suporter Setengah Musim Mulai Lawan Dewa United
Sanksi Persija Jauh Lebih Berat
Sanksi larangan laga tandang bagi suporter Pendekar Cisadene dipastikan hanya berlaku satu kali khusus untuk pertemuan putaran kedua di markas Macan Kemayoran.
Berbeda dengan Persita, Persija Jakarta diganjar sanksi yang jauh lebih berat berupa larangan kehadiran Jakmania dalam seluruh pertandingan tandang (away) selama setengah musim.
Sanksi untuk tim Macan Kemayoran berlaku mulai dari laga kontra Dewa United pada Sabtu 30 Oktober 2026 mendatang.
Khusus Persija dilarang hadir di semua partai away selama setengah musim atau mencakup enam pertandingan tandang,
Direktur Utama I.League Ferry Paulus
Tak hanya itu, Persija juga dikenakan sanksi denda Rp 90 juta atas kericuhan yang terjadi, serta pelanggaran flare di Tribu. I-League menegaskan keputusan sanksi bagi Persija diambil dalam persidangan selama dua hari penuh.
"Nah, dari hasil sidang Komdis yang rasanya cukup alot karena memakan waktu sampai dua hari," tandas orang nomor satu di I.League itu. (*)