MerahPutih.com - Jumlah penumpang transportasi publik di Jakarta terus meningkat. Pada triwulan III 2026, total penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 368,4 juta orang, naik 10,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Rabu (21/10), peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
"Jadi kenaikannya cukup signifikan, masyarakat yang beralih dari menggunakan kendaraan pribadi sekarang ini memakai transportasi publik," ucap Pramono saat konferensi pers Realisasi APBD Triwulan III 2026 di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).
Baca juga:
Kalahkan Amsterdam, Sistem Transportasi Publik Jakarta Peringkat 15 Dunia
Konektivitas Transportasi Jakarta Capai 93 Persen
Menurut Pramono, pertumbuhan jumlah penumpang tidak terlepas dari konektivitas transportasi publik di Jakarta yang telah mencapai 93 persen. Konektivitas tersebut memudahkan masyarakat menggunakan transportasi umum untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Ia juga menyebut sistem transportasi publik Jakarta telah mendapat pengakuan internasional. Dalam pemeringkatan kota dengan sistem transportasi terbaik versi Time Out 2026, Jakarta menempati posisi ke-15 dunia, naik dua peringkat dibandingkan 2025.
Di Asia (sistem transportasi) kita hanya kalah dari Taiwan, kemudian Singapura, Seoul, Osaka, mana lagi dua itu? Shanghai, satu lagi, tapi dibanding Beijing, Tokyo, sekarang ini kita lebih baik. Yang paling saya senang adalah dibanding New York maupun Amsterdam,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Jumlah Penumpang Terus Meningkat dalam Tiga Tahun
Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaifuloh Hidayat, merinci jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta pada triwulan III 2026 mencapai 368.454.122 orang.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebanyak 332.304.763 orang. Sementara itu, pada triwulan III 2024, total penumpang ketiga moda transportasi tersebut mencapai 299.231.447 orang.
Untuk layanan transportasi, tadi Pak Gubernur telah menyampaikan bahwa terjadi peningkatan yang sangat signifikan kalau dari aspek penumpang untuk Transjakarta, MRT, dan juga LRT telah mencapai 368,4 juta, ini meningkat dari 332,3 juta pada periode yang sama tahun lalu atau tumbuh sebesar 10,8 persen,
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaifuloh Hidayat.
Data tersebut memperlihatkan tren peningkatan jumlah pengguna transportasi publik di Jakarta selama tiga tahun terakhir, berdasarkan angka penumpang pada periode triwulan III.
Baca juga:
Gubernur Pramono Pastikan Penyusuaian Tarif Transportasi Umum Tak Bebani Masyarakat
Transportasi Gratis Dimanfaatkan 23 Juta Penumpang
Selain mendorong konektivitas antarmoda, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mempertahankan kebijakan tarif gratis transportasi publik bagi 15 golongan masyarakat.
Syaifuloh mengatakan, layanan transportasi gratis tersebut telah dimanfaatkan oleh 23 juta penumpang.
"Kemudian layanan transportasi gratis telah juga tetap diberikan dan dimanfaatkan oleh 23 juta penumpang dari 15 golongan," pungkasnya. (Asp)