Merahputih.com - Sekelompok massa mengatasnamakam Aliansi Masyarakat Indonesia Timur mengadakan aksi di depan Istana Negara. Tuntutan mereka adalah mengecam adanya sekelompok pemuda yang meminta Papua merdeka.
Dalam aksinya, mereka kompak membawa bendera Indonesia seraya menegaskan bahwa NKRI adalah harga mati. Mereka juga berkomitmen menolak adanya referendum dari pihak-pihak yang selama ini menggelar aksi pro Papua Merdeka.
Baca Juga
Relawan Almisbat Tuntut Jokowi Turunkan BIN Tangani Kerusuhan Papua
"Kami menyesalkan sampai adanya aksi itu. Itu tugas kita meredakan semua itu. Harapan kami selaku pemuda agar pemerintah menyelesaikan masalah ini," jelas Koordinator Aksi, Sudiono di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (2/9)
Ia menegaskan, Papua adalah bagian dari NKRI. "Bukan dari siapapun. Tapi bagian dari NKRI,"kata dia.
Sudiono memintapara pelaku yang ingin melakukan makar agar diproses hukum. "Siapapun yang melanggar aturan harus jalani proses hukum," ungkap Sudiono.
Ia beranggapan, semua sistem negara dikerahkan untuk mencegah adanya sekelompok orang yang ingin memerdekakan diri. "Negara memiliki sistem kekuatan pertahanan dari Kepolisian sampai TNI,"kata Sudiono.
Sudiono mengatakan, aksi ini sama sekali tak ada tekanan dari pihak manapun. "Kami datang karena jiwa kami sebagai bangsa Indonesia," jelas Sudiono.
Ia lantas meminta agar penegak hukum memproses pelaku rasial di Surabaya.
"Kami dari pemuda Indonesia mempertanyakan kemana negar dan meminta kepada Presiden Jokowi untuk lebih jeli menangani kasus raisalisme di Surabaya. Hukum harus ditegakkan," kata dia.
Baca Juga
Rusuh Papua Mainan Asing, Panglima TNI: Intelijen Lebih Paham!
Sementara itu, aksi ini dijaga ratusan aparat keamanan. Kegiatan dilakukan didalam Taman Pandang Monas sehingga tak membuat macet jalanan.
"Sekitar 150 personel polisi diturunkan dalam menjaga aksi ini. Massa diimbau tertib dan menjaga aturan yang berlaku," kata Kapolsek Metro Gambir Kompol Wiraga Dimas Tama. (Knu)