MerahPutih.com - Pelatih Kepala Timnas Indonesia, John Herdman, coba mengambil pelajaran dari hasil imbang 0-0 lawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, semalam.
Juru taktik asal Inggris itu menyoroti tumpulnya skema serangan Skuad Garuda setelah memaksa bertarung hanya dengan sepuluh pemain akibat kartu merah langsung yang diterima gelandang Thom Haye pada menit ke-37.
Baca juga:
Timnas Indonesia Imbang 0-0 Vs Malaysia, Apa Kata Erick Thohir?
Pelajaran Berharga di SUGBK
Herdman menjelaskan sejatinya formasi 11 pemain Indonesia tampil sangat mendominasi dengan melahirkan serangkaian ancaman matang, mulai dari sundulan yang membentur tiang hingga gol yang dianulir wasit.
Namun, lanjut dia, semua berubah ketika timnas Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain akibat kartu merah Haye.
Indonesia tertekan hebat di sepanjang babak kedua hingga praktis gagal menciptakan satu pun peluang berbahaya ke gawang Harimau Malaya sampai peluit panjang dibunyikan.
Mantan nakhoda Timnas Kanada itu menegaskan tak ingin anak-anak asuhnya sekadar "parkir bus" apabila situasi serupa terulang pada laga-laga krusial mendatang.
Mungkin ke depannya kami bisa lebih agresif dan tetap menyerang meskipun harus bermain dengan formasi sepuluh pemain,
John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia
Baca juga:
Klasemen Setelah Imbang Lawan Malaysia, Begini Skenario Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup
Misi Wajib Menang Lawan Bangladesh
Timnas Indonesia optimistis mampu tampil lebih tajam meraih poin penuh saat bertemu Bangladesh di laga selanjutnya, sekaligus mengamankan posisi puncak klasemen Grup A.
Hasil imbang di SUGBK menuntut Skuad Garuda untuk mengamankan poin penuh dengan margin gol besar saat bersua Bangladesh di pertandingan penutup fase grup.
Di saat yang sama, Malaysia bakal melakoni duel sengit kontra Singapura untuk memastikan tim mana yang berhak mengunci tiket otomatis ke babak final. (*)