Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Pakai Topi Kelamaan Bikin Botak, Apa Iya?

Dwi Astarini - Kamis, 15 November 2018

SALAH satu benda yang wajib dibawa saat akan berlibur di daerah tropis ialah topi. Ya, topi akan sangat bermanfaat melindungi wajah dan kepalamu dari sengatan matahari.

Namun, bagi pria, topi bisa jadi lebih dari sekadar pelindung kepala dari panas. Tak sedikit yang memakai topi sebagai fesyen, bagian dari gaya sehari-hari.

Nah, karena umumnya pria bertopi punya rambut yang tipis, muncullah anggapan bahwa sering memakai topi jadi penyebab kebotakan. Namun, apa benar demikian?

Peneliti asal Amerika Serikat, James Gatherwright, dan timnya mencoba mengamati kebiasaan memakai topi pada pria dan perempuan melalui dua penelitian yang berbeda. Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Plastic and Reconstructive Surgeons itu melibatkan 92 pria kembar identik dan 98 perempuan kembar identik.

adult, bald
Kebotakan pada pria terjadi karena berbagai faktor. (foto: pixabay/pexels)

Meski kedua penelitian itu dilakukan secara terpisah, proses pengambilan sampelnya tetap sama. Para ahli sama-sama mengukur lama pemakaian topi dan kadar hormon testosteron pada laki-laki dan perempuan.

Hormon testosteron memegang peran penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seksual pria, sekaligus menentukan pertumbuhan rambut. Jika tubuh kekurangan hormon testosteron, hal itu dapat menyebabkan rambut botak atau rambut yang menipis seiring waktu.

Para ahli menemukan bahwa semakin lama pria memakai topi, mereka juga semakin cepat mengalami rambut rontok di bagian temporal alias kepala bagian samping. Di sisi lain, memakai topi dalam waktu lama tidak terbukti dapat membuat rambut perempuan jadi gampang rontok.

Beberapa pakar kesehatan lainnya, termasuk dr. Aman Samrao, seorang spesialis kulit di Harbor-UCLA Medical Center, Amerika Serikat, justru mengungkapkan fakta sebaliknya. Menurut Samrao, penyebab kebotakan ialah kebiasaan pakai topi hanyalah mitos belaka.

Rupanya, pada pria, kebotakan dapat disebabkan banyak faktor. Bukan hanya karena kebiasaan memakai topi. Salah satu penyebab yang paling umum ialah adanya hormon penyebab kebotakan yang disebut dengan dihidrotestosteron atau DHT. Hormon DHT bersifat genetik, artinya hanya pria yang punya hormon itulah yang akan mengalami kebotakan.

Namun, memang tidak tertutup kemungkinan topi juga dapat menyebabkan rambut pria jadi gampang rontok dan cepat botak. Hal itu tergantung dari jenis topi dan seberapa lama kamu memakainya.

Rambut kamu bisa saja jadi botak atau menipis kalau kamu terbiasa memakai topi yang sangat ketat dan dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya, rambut dan kulit kepala yang sering tertutup topi akan sulit bernapas karena kekurangan oksigen.

hat
Pilihlah topi yang tak terlalu ketat agar rambut bisa bernapas. (foto: pixabay/SalvatoreMonetti)

Topi yang terlalu ketat dapat menghalangi suhu panas keluar dari kepala. Akibatnya, aliran darah ke folikel rambut jadi terhambat dan memicu stres. Batang rambut pun lama-lama jadi melemah dan rontok satu per satu.

Kabar baiknya, rambut rontok atau tipis ini tidak akan selalu berakhir pada kebotakan, kok. Ya, kondisi itu umumnya hanya bersifat sementara. Rambut bisa kembali tumbuh subur dan menguat setelah kamu melepas topi dan membiarkan rambut bernapas lega.

Jadi pakai topi saat pergi ke luar rumah sih boleh banget. Apalagi kalau memang situasinya mengharuskan kamu memakai topi, semisal saat harus beraktivitas di luar ruang, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dan cuaca di luar sedang panas.

Namun, ingat untuk memperhatikan jenis topi yang kamu pakai. Supaya rambut tidak cepat rontok, sebaiknya gunakan topi yang agak longgar supaya rambut kamu tetap bisa bernapas.

Bila sudah di dalam ruang, sebaiknya segera lepas topi agar rambut bisa bernapas lega. Dengan begitu, aliran darah ke folikel rambut jadi lebih lancar dan kerontokan pun bisa dihindari.(*)

Baca Artikel Asli