MerahPutih.com - Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana akan menggelar Ijtima Ulama III. Tujuannya untuk mengevaluasi pelaksanaan Pilpres 2019.
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif mengatakan, dalam pertemuan di Hotel Alia itu, masalah Pemilu 2019 dibahas. Kemudian, yang hadir memberikan masukan pendapat masing-masing.
"Disepakati langkahnya harus ada pertemuan besar, semacam ijtima ulama, mungkin yang ketiga, untuk menggelar itu semua. Sehingga kita punya rujukan baik payung hukum ataupun secara syarinya, secara syariatnya. Itu sudah kita siapkan," ujar Slamet dalam keterangannya, Jumat (26/4).
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan, Ijtima ulama lanjutan tak perlu dilakukan.
"Untuk apa lagi. Tunggu aja keputusan KPU. Ijtima ulama itu dilakukan dan membahas tentang masalah kegamaan," kata Ace saat dihubungi wartawan di Jakarta, hari ini
Ace mengatakan, peran ulama itu adalah penjaga moral bukan instrumen politik praktis.
"Seharusnya ijtimak ulama itu mengajak kita semua bagaimana menciptakan suasana yang damai, suasana yang sejuk, " kata dia.
Sehingga, lanjut Wasekjen Golkar ini, ulama harusnya mendinginkan suasana, bukan malah memanas-manasi.
"Masyarakat jangan dipecah gitu, merajut silaturahmi kembali, bukan memanas-manasi dan tidak memprovokasi itu aja," pungkas Ace. (Knu)