MerahPutih.com - Media lokal berisiko semakin terdesak apabila konten berita yang mereka produksi terus dimanfaatkan oleh platform digital dan kecerdasan buatan (AI) tanpa skema kompensasi yang adil.
Sementara di tengah tingginya biaya operasional dan kerja jurnalistik di lapangan, pemerintah menilai perlu ada mekanisme yang memastikan media turut menikmati keuntungan dari pemanfaatan karya mereka.
Baca juga:
Prabowo Beri Arahan ke Bakom RI, Syahganda Ungkap Pentingnya Serap Aspirasi Daerah
Bakom Dorong Media di Indonesia Dapat Untung dari Google dan Meta
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengatakan media Indonesia perlu memperjuangkan pembagian keuntungan dengan perusahaan teknologi besar (big tech), sebagaimana pendekatan yang dicontohkan Australia.
Karena teman-teman (wartawan) capek di bawah, memberitakan (informasi) di media lokal. Bagaimana pembagian hasilnya? Pembagian keuntungan?
kata Syahganda saat membuka Local Media Summit 2026 di Hotel Manhattan, Jumat (23/10)
Persoalan ini semakin kompleks seiring berkembangnya layanan berbasis AI. Konten berita yang dihimpun melalui kerja jurnalistik dapat menjadi bagian dari ekosistem pencarian dan penyajian informasi, sehingga perlindungan hak kepemilikan serta kompensasi kepada media menjadi isu yang perlu diperhatikan.
Syahganda mencontohkan kebijakan Australia, yang mengesahkan aturan baru pada Agustus 2026 untuk mewajibkan perusahaan teknologi besar berbagi pendapatan atau membayar pungutan khusus kepada penerbit berita lokal.
Baca juga:
Konten Karhutla Hilang di Medsos, Menkomdigi Meutya Hafid Minta Platform Buka Algoritma
“Nah seperti itu kan, kita juga media Indonesia harus juga ke arah sana,” ujar aktivis di era reformasi ini.
Ia menilai, pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan kebijakan yang dapat menciptakan hubungan lebih seimbang antara industri pers dan perusahaan teknologi global.
Media lokal, khususnya, membutuhkan dukungan agar tetap mampu menjalankan fungsi jurnalistik di tengah persaingan dengan platform digital.
Pemerintah Masih Negosiasi dengan Google dan Meta
Pemerintah juga tengah bernegosiasi dengan perusahaan teknologi besar, termasuk Google dan Meta, untuk mendorong pembagian keuntungan yang lebih adil bagi industri media.
Nah kalau Meta, kita masih negosiasi, mudah-mudahan mereka bersedia.
kata Syahganda
Bagi industri pers, persoalan pembagian keuntungan bukan semata-mata soal pendapatan perusahaan.
Keberlanjutan ekonomi media juga berkaitan dengan kemampuan redaksi membiayai peliputan, mempertahankan jurnalis, dan menghasilkan informasi yang terverifikasi bagi masyarakat.
Baca juga:
Senjata Rahasia Bikin Konten Viral! YouTube Dorong Kreator Pakai Google AI
Jadi, skema kompensasi atas pemanfaatan konten jurnalistik menjadi salah satu isu penting dalam membangun ekosistem digital.
“Jadi tidak hanya menguntungkan perusahaan teknologi, tetapi juga memberikan penghargaan yang layak kepada produsen berita,” tutup dia. (knu)