Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Mark Lee, Mantan Member NCT, Bawa K-pop ke Dunia Anak-Anak

Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM — LAGU-lagu K-pop telah lama terdengar di taman kanak-kanak dan ruang kelas sekolah dasar di Korea. Sayangnya, hanya sedikit dari lagu-lagu tersebut yang diciptakan khusus untuk anak-anak. Mantan anggota NCT, Mark Lee, melihat peluang ini. Mark mengatakan ia ingin mengisi celah tersebut dengan apa yang ia sebut sebagai ‘kids-pop’ (pop anak-anak).

Gagasan ini mulai terwujud melalui program ‘Mark Lee & Kids-POP’, sebuah serial YouTube yang diluncurkan pada September di saluran Upper Room, label yang didirikannya setelah keluar dari boy band NCT dan agensi SM Entertainment pada April lalu. Dalam setiap episodenya, penyanyi asal Kanada tersebut bertemu dengan anak-anak, mendengarkan cerita mereka, serta mencari ide-ide musik dari cerita tersebut.

Celah yang ditunjukkannya bukanlah hal baru. Lagu patah hati milik iKON yang dirilis pada 2018, Love Scenario, menjadi lagu favorit yang dinyanyikan bersama oleh anak-anak TK. Lagu itu memuncaki tangga lagu digital akhir tahun di Korea.

Sementara itu, Golden, lagu pemuncak tangga lagu Billboard Hot 100 dari film animasi Netflix KPop Demon Hunters yang memikat penonton muda di seluruh dunia tahun lalu, ditulis sebagai lagu pop untuk grup idola fiktif, bukan sebagai lagu anak-anak.

Baca juga:

Dituding Sepi Peminat, Video Asli Mark Lee NCT di Event Ralph Lauren Justru Bikin Merinding dan Viral di Medsos



Kolaborasi untuk Anak, tapi Lagunya untuk Audiens Dewasa





Sejauh ini, jawaban dari industri musik sebagian besar berupa kolaborasi dengan jenama anak-anak. Betuk kolaborasi itu menampilkan beberapa idola menyumbangkan suara mereka untuk lagu tema animasi.

Lagu tema Pororo pada 2019 milik girl group MOMOLAND, Banana Cha Cha, memicu gelombang video cover oleh anak-anak balita, dan ENHYPEN mendaur ulang Hey Tayo, lagu tema dari Tayo the Little Bus, pada 2021.

Bentuk kolaborasi lainnya yakni mengemas ulang lagu-lagu hit mereka sendiri. Pada tahun yang sama, NCT Dream, termasuk Mark di dalamnya, merilis versi animasi dari Hot Sauce bersama Pinkfong, perusahaan di balik Baby Shark, yang mengimajinasikan ulang para anggotanya sebagai karakter dinosaurus yang diberi nama NCT-REX. NewJeans juga menari bersama Pinkfong dan Baby Shark pada tahun berikutnya.

Kolaborasi semacam itu terus berlanjut. Pada Mei, boy band TWS bergabung dengan Pinkfong untuk tantangan menari Hari Anak menggunakan lagu mereka You, You, sedangkan girl group FIFTY FIFTY merilis single Natal pada November 2025 bersama Blox Universe, merek di balik serial prasekolah asal Inggris Numberblocks.

Bagi kedua belah pihak, daya tariknya terletak pada jangkauan audiens. Merek anak-anak dapat menjangkau lebih daripada sekadar anak prasekolah hingga ke orangtua mereka dan audiens luar negeri, sedangkan para idola mendapatkan titik kontak dengan pendengar yang lebih muda.

Baca juga:



Mark Mengarah ke Tujuan Berbeda




Namun, proyek yang dikerjakan Mark punya tujuan yang berbeda. Dalam episode yang dirilis 9 Oktober, ia menghabiskan hari bersama dua anak di sebuah kafe anak di Gimpo, Provinsi Gyeonggi, lalu membawa mereka ke ruang karaoke koin. Ketika ia menyanyikan lagunya sendiri yang berjudul Too Much, kedua anak tersebut kehilangan minat dengan cepat karena liriknya yang berbahasa Inggris. Pilihan lagu anak-anak itu sendiri, termasuk lagu band rock veteran YB, A Flying Butterfly (2006) dan lagu mendiang Kim Kwang-seok, Where Wind Comes From (1994), menjadi kejutan bagi Mark.

Penyanyi tersebut kemudian menyebut perjalanan itu sebagai ‘hari inspirasi’. Ia mempelajari bahwa anak-anak mendengarkan musik yang lebih dewasa daripada yang ia perkirakan. "Lagu yang bisa dinyanyikan seorang anak ialah lagu yang juga bisa dinyanyikan orang dewasa," ujarnya.

"Meskipun kolaborasi antara artis K-pop dan merek hiburan anak-anak sudah umum terjadi, sangat jarang bagi artis itu sendiri untuk membuat konten khusus untuk anak-anak. Lebih seringnya, lagu yang dirilis sebagai bagian dari karya reguler seorang artis secara tidak sengaja menjadi hits besar di kalangan pendengar muda,“ kata seorang pejabat humas di industri K-pop yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, dikutip The Korea Times.

Menurutnya, melodi yang sederhana belum tentu menjadi jawabannya.

“Kuncinya ialah menciptakan sesuatu yang menarik minat anak-anak sekaligus memastikan kontennya sesuai untuk mereka,” imbuhnya.(dwi)

Baca juga:

Mark NCT Siap Debut dengan Single Solo 'Fraktsiya' Bareng Lee Young-ji

Baca Artikel Asli