Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan

Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026

MerahPutih.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke negara-negara Teluk di tengah kerusuhan yang melanda negaranya. Macron akan memperkuat diplomasi energi demi menjaga pasokan dan menstabilkan pasar.

Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin hingga Rabu (21/10) itu mencakup Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

Dalam pidato yang disiarkan Istana Élysée pada Minggu (18/10), Macron menegaskan bahwa pemerintahnya telah mengambil sejumlah langkah internasional untuk menjamin ketersediaan bahan bakar dan gas.

Baca juga:

Toko LOSC Lille Jadi Sasaran Penjarahan dalam Kerusuhan Demo, Jersey Curian Malah Dijual di Medsos, Klub Bikin Keputusan Penting

Para pengunjuk rasa telah menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai biaya hidup dan harga bahan bakar. Saya telah mengambil beberapa inisiatif di tingkat internasional untuk menjamin pasokan bahan bakar dan gas, serta menangani situasi di pasar energi. Besok pagi, saya akan melanjutkan upaya ini dengan melakukan kunjungan ke negara-negara Teluk Persia,

kata Macron, dikutip dari Antara.

600 Personel Luka-luka, Lebih 2.000 Orang Ditahan

Sebelumnya, demonstrasi besar-besaran pada Sabtu (17/10) di berbagai wilayah Prancis berubah menjadi kerusuhan. Aksi protes yang awalnya menyoroti kenaikan biaya hidup dan harga-harga itu diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi, penjarahan, serta aksi vandalisme.

Sejumlah kelompok pemuda dilaporkan memecahkan kaca toko hingga membakar halte bus dan mobil. Polisi berupaya membubarkan massa menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyatakan lebih dari 2.000 orang telah ditahan. Kerusuhan tersebut juga menyebabkan lebih dari 600 personel polisi dan petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka.

Baca juga:

Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran

Secara keseluruhan, sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi di seluruh Prancis, termasuk 110.000 orang di Paris.

Baca Artikel Asli