Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ma'ruf Amin Semalam Total Cuma Bicara Kurang dari 300 Kata, Porsinya Paling Buncit 5,2 Persen

Wisnu Cipto - Jumat, 18 Januari 2019

MerahPutih.com - Debat perdana capres-cawapres 2019 semalam meninggalkan sejumlah fakta menarik. Satu yang menarik perhatian publik adanya minimnya kata-kata yang diucapkan Cawapres Nomor Urut 02 Ma'ruf Amin selama debat yang berlangsung selama 2 jam lebih itu.

Layanan BahasaKita lewat laman www.debatcapres.bahasakita.co.id, Jumat (18/1), melansir dalam debat semalam total ada 5.744 kata-kata yang diucapkan keempat kandidat, mulai dari Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) dan cawapresnya Ma'ruf Amin, serta kandidat Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan duetnya Sandiaga Uno.

Laman yang sama mengungkapkan minim-minimnya kata-kata Ma'ruf Amin itu terbukti dengan temuan hanya menyumbang porsi 2,5 persen dalam total kata-kata selama pelaksanaan debat Pilpres yang mengusung tema tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme itu. Artinya jika dihitung angka 5,2 persen dari total 5.744 kata itu, Ma'ruf Amin hanya mengucapkan 298,68 kata, atau jika dibulatkan tidak sampai 300.

Masih dari data yang sama, Prabowo mendominasi persentase pembicaraan terbanyak mencapai 40,6 persen (2.332 kata), petahana Jokowi di urutan kedua dengan porsi 39,4 persen (2.263 kata), dan Sandiaga Uno menyumbang sekitar 14,8 persen (850 kata) selama jalanan debat semalam.

debat capres 2019
Kedua pasangan tampil dengan gaya masing-masing. (Foto: Twitter @SoldaSaju)

Terkait fakta itu, Ma'ruf Amin menjelaskan dirinya lebih banyak diam dalam debat capres-cawapres perdana yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1) malam, karena memang bagian dari skenario. "Saya katakan debat itu pertama lebih ke presiden, dia harus lebih dominan. Saya hanya menambah saja. Karena dia presiden," kata dia, kepada wartawan di Rumah Situbondo, Jumat (18/1).

Ketua MUI itu juga berkilah permasalahan yang dibahas dalam debat lebih banyak menyoroti persoalan kinerja pemerintahan saat ini, sehingga tentu Jokowi lebih pantas untuk menjawabnya. Dirinya mengaku memang hanya mendapat porsi untuk menjawab persoalan tentang isu terorisme.

"Tentu yang lebih paham dan lebih menguasai yang menjawab adalah pak Jokowi, karena itu menyangkut kinerjanya. Kalau saya yang menjawab kan jadi tidak tepat gitu, lo. Karena saya tidak mengalami," tandas Ma'ruf Amin.

Untuk diketahui, BahasaKita melansir transkrip lengkap Debat Pilpres 2019 kemarin sekitar 15 menit setelah acara selesai. Mereka menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi ini melakukan pemrosesan suara, bahasa alami, pengucapan otomatis, mesin penerjemah, sintesis suara, biometrik suara, dan teknologi terkait suara. Bahkan, hasil rangkuman debat juga langsung menyajikan secara lengkap, mulai dari pembukaan oleh moderator, adu pandangan kedua pasangan calon. (*)

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT