MerahPutih.com - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengkritik keputusan wasit Chris Kavanagh yang memberikan kartu merah kepada Ryan Gravenberch saat mereka kalah 0-3 dari Manchester City, Minggu (11/10) malam WIB.
Pertandingan di Anfield itu sebelumnya berlangsung cukup seimbang hingga Gravenberch diusir keluar lapangan akibat kartu kuning kedua, menyusul pelanggaran terhadap Jeremy Doku.
Baca juga:
Statistik Membagongkan Liverpool vs Manchester City: Saat Anfield Jadi 'Kuburan' Bagi The Reds
Kartu Merah Ryan Gravenberch di Laga Liverpool vs Manchester City Jadi Perdebatan
Menurut saya, analisisnya cukup jelas, bukan? Saya rasa kami memainkan dua pertandingan yang berbeda: satu sebelum kartu merah, dan satu lagi sejak kartu merah hingga akhir. Saya pikir kami adalah tim yang lebih baik hingga momen kartu merah itu selama 62 menit pertama, kalau tidak salah. Lalu, jelas sekali mereka bermain lebih baik daripada kami setelah kartu merah tersebut. Dan mereka berhasil mencetak gol.
kata Iraola
Iraola juga menambahkan, bahwa pelanggaran pertama Gravenberch tak layak diganjar kartu kuning. Ia menganggap bahwa pelanggaran itu hanya sepele dan berharap wasit tidak meniup peluit tanda pelanggaran.
"Dia membiarkan permainan berlanjut. Saya lihat Elliot Anderson sempat melangkah beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk menjatuhkan diri. Saya tidak mengerti mengapa wasit mengeluarkan kartu kuning, karena situasinya tidak memungkinkan penerapan aturan advantage (keuntungan bagi tim yang dilanggar)," tambahnya.
Baca juga:
Leny Yoro Tampil Gemilang bersama Timnas Prancis, Manchester United Ragu Lepas Januari 2027
Andoni Iraola Akui Kekalahan Liverpool dari Manchester City
Namun, City membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding atas putusan tersebut. Jika banding itu gagal, maka mereka kemungkinan besar akan dijatuhi sanksi berat.
Saat ditanya apakah situasi tersebut memengaruhi pandangannya terhadap hasil pertandingan, Iraola menambahkan: "Kami kalah dalam pertandingan itu, tapi, ya, begitulah sepak bola. Kami telah berjuang dan kami bisa melakukan analisis." (sof)