Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Tak Semua Adegan Novel Masuk Film, Leila S Chudori Ungkap soal Adaptasi 'Laut Bercerita'

Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 8 menit lalu

MerahPutih.com - Penulis Leila S Chudori membagikan pengalamannya menghadapi tantangan mengadaptasi novel Laut Bercerita ke dalam format film. Salah satu tantangan utama adalah memilih cerita yang perlu dipertahankan dan bagian yang harus dihilangkan agar kisahnya tetap kuat ketika divisualisasikan.

Pengalaman tersebut disampaikan Leila dalam diskusi bertajuk 'Dari Buku ke Layar: Apakah Cara Baca Kita Berubah' pada Minggu (18/10), dalam rangkaian Festival Literasi Jakarta.

Leila mengatakan, sejak awal produksi, dirinya banyak berdiskusi dengan sutradara Yosep Anggi Noen untuk menentukan bagian cerita yang akan diangkat ke layar lebar. Dalam proses tersebut, keduanya perlu saling memahami bahwa tidak semua adegan dalam novel dapat dimasukkan ke dalam film.

Kita udah sepakat kalau ada yang harus dikeluarkan kita harus sama-sama ikhlas. Nah, misalnya mas Anggi 'Wah adegannya aku suka banget', tapi gak terlalu penting, harus ikhlas dikeluarkan. Saya juga 'Aku adegannya ini suka', tapi gak terlalu penting. Jadi harus dikeluarkan. Yang sama-sama suka pun ada, tapi yang harus dikeluarkan,

Leila S Chudori.

Durasi Film Jadi Pertimbangan Memilih Cerita

Menurut Leila, pemilihan adegan juga harus mempertimbangkan keterbatasan durasi film. Berbeda dengan novel yang memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan cerita, film menuntut tim produksi memilih bagian-bagian yang paling penting untuk ditampilkan secara visual.

"Kita harus tahu diri, masa mau tiga jam," katanya.

Meski harus menyesuaikan cerita dengan durasi, Leila mengatakan proses pengerjaan film Laut Bercerita tetap memberikan ruang bagi tim untuk menentukan pendekatan kreatif. Film tersebut berdurasi sekitar dua jam, di luar kredit penutup atau rolling credits.

Proses adaptasi itu memperlihatkan bagaimana novel dan film memiliki cara berbeda dalam menyampaikan cerita. Adegan yang terasa penting ketika dibaca belum tentu harus ditampilkan di layar, terutama jika tidak menjadi bagian esensial dari alur film.

Baca juga:

Efek Rumah Kaca Hadirkan 'Matilah Kau Mati' untuk Soundtrack Film 'Laut Bercerita'

Kisah Biru Laut dan Pencarian Orang Hilang

Film Laut Bercerita mengisahkan Biru Laut, yang diperankan Reza Rahadian, seorang mahasiswa yang gemar membaca dan menulis. Ia kemudian bergabung dengan kelompok studi Winatra.

Cerita berlatar di Yogyakarta pada akhir 1990-an, ketika suasana kampus mulai tegang setelah Laut dan sejumlah kawannya di Winatra diculik. Mereka kemudian menghilang tanpa kabar.

Keluarga dan orang-orang terdekat Laut terus berusaha mencari jawaban atas hilangnya mereka. Bapak, yang diperankan Arswendy Bening Swara, Ibu yang diperankan Christine Hakim, serta adiknya, Asmara Jati yang diperankan Yunita Siregar, menjalani pencarian panjang bersama sahabat-sahabat Laut.

Melalui kisah tersebut, Laut Bercerita menghadirkan cerita tentang kehilangan dan perjuangan keluarga dalam mencari kejelasan atas nasib orang-orang yang menghilang. (Tka)

Baca Artikel Asli