SEBAGAI generasi produktif dan muda, milennial jadi aset penting bagi Indonesia. Mereka yang masih di usia produktif tersebut jadi penentu masa depan Indonesia di mata dunia. Hal tersebut terungkap dalam diskusi nasional bertajuk Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, dan Berpengaruh pada Tataran Global. Diskusi tersebut diselenggarakan Ikatan Alumni Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Sabtu (6/4).
1. Pengembangan Infrastruktur Amat Penting untuk Kemajuan Indonesia
Diskusi nasional tersebut menjadi tonggak bagi pergerakan generasi muda untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju di 2045. Salah satu strategi penting dalam mewujudkan visa tersebut ialah mentransformasi Indonesia dari ketergantungan terhadap sektor komoditas dasar menjadi negara industri bernilai tambah tinggi yang ditopang kapasitas domestik nan mumpuni. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi penyedia produk global utama.
Rino Donosepoetro, CEO Standard Chartered Bank yang juga ketua penyelenggara diskusi, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar mejadi global economic powerhouse. Pengembangan infrastrukstur menjadi faktor penting dalam mencapai Indonesia maju. "Pembangunan infrastruktur yang tepat guna sebagai faktor utama akan mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam acara diskusi tersebut, seperti rilis yang diterima Merahputih.com, Senin (8/4).
Untuk itu, ia menilai perlu optimalisasi ruang kebijakan fiskal mengingat posisi utang pemerintah yang relatif rendah, yakni di bawah 30% dari GDP. Indonesia perlu menambah pinjaman modal untuk mengakselerasi pembangunan sektor-sektor produktif dan infrastruktur.
2. Optimalisasi Teknologi untuk Investasi yang Lebih Baik
Dari sisi ekonomi, Indonesia perlu berbenah untuk menuju Indonesia maju 2045. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan sebisa mungkin kita tidak bergantung pada impor. Mendorong ekspor dan mengurangi impor akan memberikan nilai tambah ke perekonomian negara. Hal itu juga membuka kesempatan untuk mengurangi pengangguran.
Ia juga menekankan pentingnya mengikuti perkembangan teknologi sebagai faktor penting kemajuan bangsa. Peran teknologi itu juga termasuk dalam sektor keuangan. Wimboh mencontohkan pinjaman daring yang saat ini sedang menjadi fenomena dan euforia dalam masyarakat.
Agar perkembangan teknologi bisa menjadi manfaat dan bukan ancaman bagi masyarakat, OJK menyusun peraturan untuk lembaga keuangan daring. “Optimalkan perkembangan teknologi ini untuk pengembangan peran industri dan masyarakat Indonesia. Peran teknologi khususnya dalam sektor keungan dan perbankan sebaiknya difasilitasi sehingga bisa menjadi benefit untuk masyarakat. Hal ini juga akan mendorong sektor perbankan untuk terus memperbaiki diri dan memiliki semangat bersaing," ungkapnya.
Selain dalam hal regulasi lembaga keuangan, pemerintah juga diharapkan bisa membuat Indonesia ramah investasi dengan aturan yang transparan dan tidak tumpang tindih. Hal itu diungkapkan Ketua Kadin Rosan Roeslani, saat berbicara pada forum yang sama.
Saat ini, negara ASEAN yang paling dilirik untuk investasi ialah Vietnam. “Regulasi mereka sangat baik, semangat kerjanya bagus, perizinan simpel, dan mudah. Akibatnya, banyak investasi yang masuk ke vietnam. Kita berkompetisi dengan negara-negara ASEAN lainnya," ujarnya.
Oleh karena itu, ia menyarankan infrastruktur Indonesia harus dibangun. Perizinan pun perlu disederhanakan.
3. Milennial yang Penuh Inovasi dan Berpegang pada Empat Pilar Kebangsaan
Di sisi lain, Rektor Bank Indonesia Institute Solikin M Juhro menekankan bahwa inovasi menjadi kunci kemajuan negara. Untuk itu, ia menyarankan adanya pelembagaan inovasi.
Hal itu dipercaya akan menghasilkan pertumbuhan dengan inovasi. “Kalau tidak begitu, kita hanya bisa tumbuh sekitar 5%-6%. Korea Selatan dulunya selalu menurun pertumbuhan ekonominya. Mereka menyadari itu. Mereka melakukan konsep-konsep inovasi dan sekarang menjadi negara yang luar biasa," ungkapnya.
Ia optimistis dengan komitmen yang selama ini dipegang pemerintah, Indonesia mempunyai modal untuk menjadi negara yang maju dan tumbuh lebih baik jika memberikan perhatian lebih ke modal dan inovasi.
Meskipun inovasi jadi poin penting, milennial juga wajib memegang teguh local value. Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor yang juga panitia pengarah diskusi nasional ini, Bima Arya. Ia berharap diskusi nasional mampu meletakan fondasi bagi generasi milennial yang akan menjadi para pemimpin masa depan.
Generasi ini diharapkan paham akan akarnya serta memahami local values. “Mereka cinta pada 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 45, dan Bineka Tunggal Ika. Mereka tidak jago kandang dan bisa tampil di forum internasional,” ungkapnya.(*)