MerahPutih.com - Dua tentara perdamaian asal Malaysia yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mengalami luka ringan akibat serangan di Lebanon selatan, pagi ini.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap pasukan internasional di tengah konflik yang terus bereskalasi.
“Pagi ini, serangan menghantam dekat konvoi logistik UNIFIL di desa Haris. Dua rekan penjaga perrdamaian Malaysia kami terluka, untungnya hanya luka ringan, dan dua kendaraan mereka rusak,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (12/6)
Kondisi Stabil, UNIFIL Lakukan Investigasi
Konvoi UNIFIL berhasil kembali ke pangkalan terdekat, tempat kedua tentara Malaysia menerima perawatan. Kondisi mereka kini dinyatakan stabil.
UNIFIL akan menyelidiki sifat insiden tersebut,
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric
Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang belum mereda antara Israel dan Hezbollah. Sejak 2 Maret, Hezbollah melancarkan serangan roket dan drone terhadap Israel, sementara Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran ke Lebanon selatan dan pinggiran Beirut.
Gencatan Senjata yang Rapuh
Meski perundingan yang dimediasi AS pada 16 April menghasilkan kesepakatan gencatan senjata, serangan harian Israel terhadap permukiman di Lebanon selatan tetap berlanjut. Hezbollah pun merespons dengan serangan balasan terhadap pasukan Israel.
Insiden terbaru yang melibatkan pasukan perdamaian Malaysia ini menunjukkan betapa rapuhnya situasi di lapangan. UNIFIL, yang bertugas menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel, kembali menjadi korban di tengah konflik yang tak kunjung mereda. (*)