Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Larangan Away Jakmania Setengah Musim, Dirut I League Nggak Sreg Persija Dikasih Peluang Banding

Wisnu Cipto - Rabu, 21 Oktober 2026

MerahPutih.com - Direktur Utama I League, Ferry Paulus, menilaimanajemen Persija Jakarta sebaiknya tidak usah mengajukan upaya banding atas sanksi larangan kehadiran suporter dalam laga tandang yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) terkait kericuhan suporter saat laga tandang melawan Persita, Sabtu (17/10) lalu.

"Jadi, terhadap keputusan ini dapat diajukan banding, ya. Sesuai dengan pasal yang ada. Jadi memang diberi ruang untuk banding," kata Ferry. dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10).

Namun, Ferry menganggap kesempatan untuk mengajukan banding kurang pas untuk diambil, terutama melihat rentetan pelanggaran yang melibatkan oknum Jakmania, suporter Persija, belakangan ini.

Tetapi kami sebenarnya menganggap kurang pas untuk diberikan banding. Karena memang hukuman yang ada sekarang ini, apalagi terhadap Persija,

Direktur Utama I League, Ferry Paulus

Baca juga:

Didenda Rp 90 Juta, Persija Dihukum Tandang Tanpa Suporter Setengah Musim Mulai Lawan Dewa United

Sidang Komdis Sanksi Persija Berlansung Alot 2 Hari

Persija Jakarta diganjar sanksi yang jauh lebih berat berupa larangan kehadiran Jakmania dalam seluruh pertandingan tandang (away) selama setengah musim.

Sanksi untuk tim Macan Kemayoran berlaku mulai dari laga kontra Dewa United pada Sabtu 30 Oktober 2026 mendatang.

Kepada media, Dirut I-League itu mengungkapkan keputusan sanksi bagi Persija diambil dalam persidangan Komdis selama dua hari penuh, yang berjalan alot.

"Nah, dari hasil sidang Komdis yang rasanya cukup alot karena memakan waktu sampai dua hari," tandas Ferry.

Baca juga:

Persita Cuma Dihukum 1 Larangan Suporter Away Denda Rp 40 Juta, Hukuman Persija Berkali-kali Lebih Berat!

Kontras Sanksi Hukuman Persija dengan Tuan Rumah Persita

Tim Macan Kemayoran juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp30 juta terkait keributan antarsuporter, ditambah denda sebesar Rp 60 juta akibat aksi pelemparan flare dan penyalaan petasan sebanyak tiga kali.

Hasil sidang yang sama hanya menjatuhkan hukuman Rp 40 juta bagi Persita karena panpel tuan rumah gagal menngawal keamanan laga.

Tim asal tangerang itu juga cuma dihukum satu laga tandang tanpa suporter. Hukuman larangan itu berlaku melawan Persija Jakarta di putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 14 mei 2027 tahun depan. (*)

Baca Artikel Asli