Lagi, Klaim Pelecehan Tempat Kerja dari Manajer NewJeans terhadap ADOR Ditolak
Senin, 24 Februari 2025 -
MERAHPUTIH.COM - OTORITAS tenaga kerja kembali meolak klaim pelecehan tempat kerja dari mantan manajer girl group K-pop NewJeans, terhadap CEO ADOR Kim Joo-young. Penolakan ini menandai perkembangan terbaru dalam serangkaian kasus serupa yang berakhir tanpa dakwaan.
Menurut laporan dari Chosunbiz, Senin (24/2), kantor regional Seoul di bawah Kementerian Ketenagakerjaan dan Tenaga Kerja baru-baru ini menyelesaikan penyelidikannya dan tidak menemukan bukti pelecehan tempat kerja. Otoritas mengatakan bukti yang diberikan pengadu tidak cukup untuk mengonfirmasi adanya kesalahan. Hal itu kemudian mengarah pada penutupan administratif kasus tersebut.
Manajer tersebut mengajukan keluhan pada Desember 2024, mengklaim ADOR membujuknya untuk hadir dalam pertemuan yang diklaim sebagai diskusi kerja, tapi kemudian mengurungnya secara ilegal selama tiga jam dan meminta agar ia menyerahkan ponsel pribadinya. Kejadian tersebut, menurut manajer yang bersangkutan, merupakan pelecehan tempat kerja. Keluhan itu diajukan terhadap Joo-young setelah ADOR melakukan audit internal setelah manajer tersebut langsung menghubungi pengiklan tanpa melibatkan perusahaan. Langkah itu dianggap ADOR sebagai pelanggaran kontrak dan kesalahan.
Para anggota NewJeans juga menyatakan kekhawatiran pada waktu itu, mengatakan mereka telah menyaksikan manajer dan direktur pertunjukan menangis setelah laptop mereka disita dan mereka diinterogasi secara mendadak oleh ADOR dan perusahaan induknya, HYBE.
Baca juga:
Saat menanggapi hal itu, ADOR mengatakan manajer tersebut menghubungi pengiklan secara langsung, melangkahi perusahaan dan melanggar kontrak eksklusif artis. Perusahaan tersebut menyatakan mereka menempatkan karyawan tersebut dalam status tunggu, meminta pengembalian laptop milik perusahaan, dan membantah adanya penahanan ilegal atau pemaksaan. Pihak ADOR menambahkan karyawan tersebut menolak beberapa kesempatan untuk menjelaskan tindakannya.
Tiga Keluhan Lain Juga Ditolak
Keputusan kementerian tenaga kerja ini sesuai dengan posisi ADOR yang menyatakan tidak ada perilaku pemaksaan yang terjadi selama insiden tersebut. Ini merupakan keluhan pelecehan tempat kerja ketiga nan melibatkan ADOR dan HYBE yang ditolak otoritas.
Dalam kasus terpisah, mantan Wakil CEO ADOR, yang dituduh HYBE bersekongkol dengan mantan CEO ADOR Min Hee-jin, mengajukan keluhan terhadap lima eksekutif HYBE, dengan menuduh pelecehan tempat kerja. Namun, otoritas tidak menemukan bukti adanya pemaksaan setelah penyelidikan menyeluruh. Mereka lalu menutup kasus tersebut tanpa dakwaan. Keluhan itu diyakini diajukan berdasarkan petunjuk Hee-jin untuk menghalangi penyelidikan ulang HYBE terhadap tuduhan pelecehan seksual dan pelecehan yang melibatkan mantan wakil CEO tersebut, yang dilaporkan mantan karyawan ADOR lainnya.
Selain itu, seorang penggemar NewJeans mengajukan petisi melalui Portal Petisi Nasional untuk meminta penyelidikan terkait dengan tuduhan pelecehan tempat kerja terhadap anggota NJZ, Hanni. Namun, otoritas menolak kasus itu dengan alasan Hanni tidak memenuhi definisi hukum sebagai karyawan di bawah Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan. Mereka menyatakan sifat dari kontrak manajemen tersebut menciptakan hubungan sebagai pihak kontraktual yang setara, bukan hubungan antara pemberi kerja dan karyawan yang melibatkan pengawasan atau kontrol.(dwi)
Baca juga: