Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Kualitas Udara Memburuk akibat Kabut Asap: Singapura Subsidi Pengobatan, Malaysia Batasi Aktivitas Sekolah

Yusuf Abdillah - Senin, 12 Oktober 2026

Merahputih.com - Singapura mulai memberikan subsidi biaya perawatan medis akibat kabut asap, sementara Malaysia masih menutup sekolah di sejumlah wilayah.

Seperti dikabarkan AFP, kedua negara tersebut menghadapi kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran lahan di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Sumatra dan Kalimantan, Indonesia.

Baca juga:

Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN

Senin (12/10), Singapura kembali masuk dalam daftar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia menurut IQAir.

Kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut dipicu oleh kebakaran lahan dan hutan di Indonesia. Kondisi cuaca kering yang berkaitan dengan fenomena El Nino turut memperburuk risiko kebakaran dan penyebaran asap.

Dampaknya tidak hanya dirasakan melalui penurunan kualitas udara, tetapi juga meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama terkait gangguan pernapasan.

Singapura Beri Subsidi Pengobatan

Baca juga:

Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan

Pemerintah Singapura mulai memberlakukan skema subsidi medis pada Senin untuk membantu warga mendapatkan perawatan dengan biaya lebih terjangkau.

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, subsidi tersebut mencakup sejumlah gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan kabut asap, antara lain rinitis alergi, asma, bronkitis, konjungtivitis, penyakit paru obstruktif kronis, serta infeksi saluran pernapasan atas berikut komplikasinya.

Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk mengurangi beban biaya kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara.

Singapura terakhir kali menerapkan skema subsidi serupa pada 2015.

Baca juga:

Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla

Malaysia Tutup Sekolah di Sejumlah Wilayah

Sementara itu, kondisi kualitas udara di Malaysia mulai menunjukkan sedikit perbaikan. Sekolah-sekolah kembali beroperasi pada Senin di sebagian besar wilayah negara tersebut.

Namun, kegiatan belajar mengajar masih dihentikan di seluruh wilayah negara bagian Johor di bagian selatan, serta di sejumlah wilayah Kuala Lumpur dan Selangor.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi udara setempat dan risiko paparan polusi terhadap siswa maupun tenaga pengajar.

Baca Artikel Asli