Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia

Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026

MerahPutih.com - Kualitas udara di Jakarta masuk peringkat 10 besar terburuk di dunia pada Sabtu (26/9) pagi.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 113 atau masuk kategori tidak sehat.

Baca juga:

Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta

Jakarta Masuk 10 Besar Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Angka tersebut menunjukkan kategori tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif, karena bisa merugikan manusia hingga kelompok hewan yang sensitif. Lalu, bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan.

Sementara untuk kategori sedang, kualitas udaranya tidak berpengaruh pada kesehatan manusia maupun hewan. Namun, berpengaruh pada tumbuhan sensitif dan nilai estetika, yang tercatat dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Kemudian, kategori baik berada pada rentang PM2,5 sebesar 0-50, dengan tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, hingga nilai estetika.

Sedangkan untuk kategori sangat tidak sehat, dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299, kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Baca juga:

Prabowo Tegaskan Indonesia-Malaysia Saudara: Jangan Ada Masalah yang Dibesar-besarkan

Terakhir, kategori berbahaya (300-500) atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Pada indeks tersebut, kota dengan kualitas udara terburuk pertama adalah Kinshasa yang berada di angka 177. Lalu, terburuk kedua ada di Lahore dengan angka 175 dan terburuk ketiga berada di Kampala dengan angka 170.

Urutan keempat ditempati Dubai dengan angka 162, urutan kelima di Doha dengan angka 129, dan urutan keenam di Dhaka dengan angka 121.

Selanjutnya, urutan ketujuh ada Tel Aviv-Yafo dengan angka 116, urutan kedelapan di Hangzhou dengan angka 116, dan urutan kesembilan di Singapura dengan angka 115.

Baca juga:

Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global

Masyarakat Diimbau Pakai Masker

Masyarakat diimbau menggunakan masker saat keluar rumah, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor, serta menyalakan penyaring udara.

Demi mengurangi dampak kualitas udara terburuk di Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI telah menambah dua mobil kabut air (watermist) sebagai salah satu upaya untuk menekan polusi udara di Jakarta.

DLH DKI Jakarta juga mendapat sokongan dana dari Clean Air Fund melalui program "Breathe Jakarta" untuk meningkatkan kualitas udara di Ibu Kota. (*)

Baca Artikel Asli