Merahputih.com - Tidak semua perjalanan menuju Liga Champions dimulai dari lapangan sepak bola. Kisah Valdas Dambrauskas justru berawal dari layar televisi, sebuah kuis, dan mimpi sederhana untuk bekerja di dunia sepak bola.
Kini, lebih dari dua dekade setelah mengambil keputusan besar dalam hidupnya, Dambrauskas berdiri di panggung elite Eropa dengan menjadi pelatih Sabah FK, klub muda asal Azerbaijan yang akan mencatat sejarah tampil di fase liga Liga Champions.
Baca juga:
Mengenal Sabah FK, Klub Debutan Liga Champions yang Baru Berdiri 9 Tahun Lalu
Bagi Dambrauskas ini adalah salah satu titik tertinggi dari perjalanan panjang yang dimulai sejak masih muda.
Piala Dunia 1990 Mengubah Mimpinya

Dambrauskas tumbuh besar di Lithuania. Berbeda dengan banyak pelatih top lainnya, ia tidak memiliki kesempatan bermain sepak bola secara terorganisasi.
Namun, kecintaannya terhadap sepak bola tetap tumbuh.
Saat menyaksikan Piala Dunia 1990 di Italia, Dambrauskas mulai menyadari apa yang ingin dilakukannya dalam hidup. Ia tidak bermimpi menjadi pemain. Justru dari turnamen tersebut muncul keinginan untuk menjadi pelatih sepak bola.
Baca juga:
Pemain Debutan Liga Champions 2026/27 Bakal Pakai Emblem Khusus, Bisa Jadi Kartu Koleksi
Menang Kuis Jadi Modal
Pada 2002, ketika berusia 25 tahun, Dambrauskas mengambil kesempatan yang tidak biasa.
Ia mengikuti sebuah acara kuis televisi di Lithuania. Dambrauskas kemudian menggunakan uang hadiah kuis untuk mengejar mimpinya.
Dengan uang tersebut, Dambrauskas pindah ke London, Inggris, untuk menempuh pendidikan Ilmu Olahraga dan Kepelatihan di London Metropolitan University.
Pada saat bersamaan, ia mulai masuk ke dunia sepak bola dari level paling bawah, bekerja sebagai pelatih sukarelawan di sepak bola usia muda lokal.
Saya senang setiap hari mewujudkan mimpi saya untuk bekerja di dunia sepak bola, memiliki kesempatan untuk tinggal di berbagai negara dan memimpin klub sepak bola dengan sejarah dan tradisi yang kaya,
ujar Dambrauskas di laman UEFA.
Dua Dekade Berkeliling Eropa
Dambrauskas kemudian membangun karier kepelatihannya sedikit demi sedikit.
Ia bekerja di berbagai negara, mulai dari Lithuania dan Latvia, kemudian berlanjut ke Kroasia, Bulgaria, Yunani, Siprus hingga Hongaria.
Setiap pengalaman membentuk Dambrauskas menjadi pelatih yang lebih matang hingga akhirnya kesempatan besar datang bersama Sabah FK.
Baca juga:
Superkomputer Opta Jagokan Arsenal Juara Liga Champions 2026/27, Tebus Kegagalan Musim Lalu?
Uniknya, hubungan Dambrauskas dengan Sabah ternyata sudah terjalin jauh sebelum ia resmi menjadi pelatih klub tersebut.
“Saya berhubungan dengan Sabah hampir dua tahun sebelum saya datang untuk bekerja di sini,” ungkapnya.
Sabah mungkin klub muda, tetapi telah berkembang sangat pesat. Ini adalah klub yang dibangun di atas nilai-nilai, kepercayaan, dan rasa hormat,
katanya.
Pada musim pertamanya sebagai pelatih kepala Sabah, ia membawa klub tersebut meraih gelar Liga Azerbaijan untuk pertama kalinya.
Tidak berhenti di situ, Sabah juga kembali memenangkan Piala Azerbaijan. Double domestik tersebut menjadi pencapaian besar bagi klub yang baru berdiri pada 2017.
Kini, seorang anak muda Lithuania yang tidak pernah memiliki kesempatan bermain sepak bola secara terorganisasi kini menjadi pelatih di Liga Champions.