MerahPutih.com - Kimi Antonelli berpeluang mengamankan gelar juara dunia pertamanya pada F1 GP Amerika Serikat 2026 yang akan berlangsung di Circuit of the America (COTA) 23-25 Oktober. Pembalap Mercedes itu memiliki keunggulan besar dalam klasemen setelah finis ketiga di GP Singapura.
Hasil tersebut membuat Antonelli memperlebar jarak dengan rekan setimnya, George Russell, menjadi 102 poin. Dengan enam balapan tersisa di F1 2026, pembalap asal Italia itu mulai mendekati gelar juara dunia pertamanya.
Jika berhasil menjadi juara, Antonelli juga berpeluang mencatatkan sejarah sebagai juara dunia F1 termuda pada usia 20 tahun.
Baca juga:
Skenario Antonelli Amankan Juara Dunia di F1 GP Amerika Serikat 2026

Ada sejumlah skenario yang dapat membawa Antonelli memastikan gelar juara dunia di F1 GP Amerika Serikat 2026. Salah satu skenario utamanya adalah Antonelli memenangi balapan, sementara Russell finis di posisi kesembilan atau lebih rendah dan Lewis Hamilton berada di posisi kelima atau lebih rendah.
Dengan enam grand prix tersisa, masih ada total 150 poin yang bisa diperebutkan. Karena itu, Antonelli perlu meninggalkan COTA dengan keunggulan setidaknya 125 poin untuk memastikan gelar berdasarkan perhitungan.
Meskipun masih ada 125 poin yang tersedia setelah GP Amerika Serikat, Antonelli disebut akan unggul dalam perhitungan jumlah kemenangan balapan. Ia telah mengoleksi delapan kemenangan sepanjang musim, sedangkan Russell mencatatkan tiga kemenangan.
Jika Antonelli hanya finis di posisi kedua atau lebih rendah, ia tidak dapat memastikan gelar di Amerika Serikat. Persaingan perebutan gelar pun akan berlanjut ke F1 GP Meksiko 2026.
Bahkan jika Russell finis di posisi ke-10 di COTA, Antonelli tetap harus memenangi balapan untuk mengamankan gelar pada akhir pekan tersebut. Sebaliknya, Russell yang finis di posisi kedelapan atau lebih tinggi akan menggagalkan peluang Antonelli mengunci gelar di Texas.
Penalti Grid Russell Bisa Memengaruhi Persaingan
Dari sisi performa, Russell dinilai kecil kemungkinan finis di posisi yang cukup rendah untuk membuka jalan bagi Antonelli meraih gelar lebih awal. Namun, persoalan penggunaan komponen mesin berpotensi memengaruhi hasil balapannya.
Russell disebut harus menggunakan mesin baru lagi pada musim ini. Kondisi tersebut dapat membuatnya terkena penalti grid karena melampaui alokasi komponen unit daya atau power unit (PU) yang diizinkan.
Di sisi lain, Mercedes sedang mempersiapkan peningkatan mesin yang kemungkinan dapat digunakan pada F1 GP Amerika Serikat 2026. Jika rencana tersebut diterapkan dan berdampak pada posisi start kedua pembalap Mercedes, peta persaingan perebutan gelar bisa berubah.
Antonelli dan Russell berpotensi memulai balapan dari posisi belakang akibat konsekuensi penggunaan komponen mesin. Situasi ini dapat membuat upaya Antonelli untuk mengunci gelar di Austin menjadi lebih menantang.
Baca juga:
Bukan Ferrari, Valentino Rossi Justru Dukung Kimi Antonelli Jadi Juara F1 2026
Enam Pembalap Masih Punya Peluang
Meski Antonelli berada dalam posisi kuat, secara matematis masih ada pembalap lain yang berpeluang merebut gelar juara dunia F1 2026.
Selain Antonelli dan Russell, nama Lewis Hamilton, Max Verstappen, Charles Leclerc, serta juara dunia bertahan Lando Norris masih masuk dalam persaingan gelar.
Namun, peluang Norris untuk mempertahankan gelar disebut semakin kecil. Pembalap McLaren yang berada di posisi keenam klasemen itu tertinggal 139 poin dari Antonelli. (*)