MerahPutih.com - Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, secara terbuka mengambil sikap ksatria dengan mengakui kesalahan oknum suporter Persija terkait insiden penyerangan brutal terhadap bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18.
"Dari perspektif manapun, kejadian semalam jelas salah," tulis Aditya, sapaan akrab Ketum Jakmania itu, dikutip dari akun resmi Instagram pribadinya, @adityaptr19, Senin (12/10).
Baca juga:
Penyerang Bus Tim Akademi Persib Diduga Suporter Persija, Jakmania Buka Suara
Menurut Aditya, pengurus Jakmania menegaskan akan ikut mencari identitas suporter Persija yang terlibat dalam insiden, sekaligus menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
Kami sedang terus mengidentifikasi siapa yang melakukan. Untuk selanjutnya, kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwenang. Mohon maaf atas apa yang terjadi,
Ketum Jakmania Muhammad Aditya Putra
Manajemen Persib Tempuh Jalur Hukum
Insiden mengerikan yang dialam offical dan tim muda Persib itu sempat viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, bus Persib mengalami kerusakan parah dengan kondisi kaca pecah berhamburan akibat lemparan benda keras, perjarahan koper anggota tim, hingga kekerasan fisik.
Masih dalam video yang beredar terlihat pelaku mengenakan atribut Persija. Manajemen Persib sendiri sudah mengonfirmasi rombongan Persib U-18 sempat berpapasan dengan kelompok suporter Persija yang sedang dalam perjalanan pulang usai mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.
Baca juga:
Persija Kutuk Penyerangan Bus Akademi Persib, Jangan Bunuh Talenta Muda dengan Trauma!
Persib menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap menempuh jalur hukum terkait aksi anarkis yang menimpa rombongan tim Persib U-18 itu
"Oleh karena itu, kejadian ini perlu ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum agar fakta dapat diungkap serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," tulis pernyataan resmi Persib.
Bobotoh Diimbau Jangan Lakukan Aksi Balas Dendam
Menyikapi gelombang kemarahan suporter di media sosial, manajemen Persib dapat memahami kemarahan, kekecewaan, dan keprihatinan Bobotoh atas kejadian aksi anarkis yang menimpa tim akademi Maung Bandung di Rest Area Batang Jawa Tengah.
Baca juga:
Bus Tim Akademi Persib Diserang, Bobotoh Diultimatim Jangan Lakukan Aksi Balas Dendam
Namun, manajemen mengimbau seluruh elemen suporter, khususnya Bobotoh, untuk menahan diri guna mencegah adanya eskalasi konflik susulan. Pendukung setia Maung Bandung diimbau tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Tindakan balasan yang tidak terkendali justru berisiko memperluas persoalan dan merugikan banyak pihak," tandas Manajemen Persib. (*)