MerahPutih Bisnis - Penguatan rupiah disebut-sebut akibat aksi beli spekulan, seperti yang dilakukan para investor Jepang baru-baru ini. Tapi, faktor sentimen yang mulai meningkat lebih berpengaruh.
Seperti diketahui, para investor Jepang memborong surat utang berdenominasi rupiah senilai US$1 miiar. Selain itu, investor Negeri Sakura membeli surat berharga Korea Selatan senilai US$800 juta.
Head of Research NongHyup Korindon Securities Indonesia, Reza Priyambadha mengatakan dampak tersebut tidak mempengaruhi secara langsung terhadap penguatan rupiah sekarang ini.
"Karena yang mengontrol nilai tukar rupiah sendiri adalah Bank Indonesia (BI). Semua naik turunnya nilai tukar rupiah BI yang mengatur," ujarnya di ujung telepon, Jumat (9/10).
Reza berpendapat kepercayaan pasar meningkatkan masuknya aliran dana asing ke Indonesia.
"Kalau kepercayaan sudah mulai meningkat, maka sentimen market dapat mempengaruhi rupiah menjadi menguat. Jadi ini hanya memengaruhi pada sentimen pasar," tandasnya. (Abi)
Baca Juga:
- Terungkap, Aksi Beli Investor Jepang Dorong Penguatan Rupiah
- Setelah Melejit, Rupiah Ditutup Tertekan 66 Poin
- Rupiah Menguat Paling Tajam di Asia
- Rupiah Ditutup Menguat Rp14.241 per Dolar AS
- Rupiah Perkasa di Level Rp14.207 per Dolar AS