Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Kenali Perawatan Kulit dengan Rejuvenation Treatment

Dwi Astarini - Jumat, 17 Agustus 2018

ORANG dewasa memiliki masalah kulit yang cukup kompleks. Permasalahan yang sering timbul antara lain jerawat, keriput, pori-pori besar, atau stretch mark. Kompleksitas tersebut disebabkan berbagai faktor, seperti hormon, aktivitas sehari-hari, dan asupan nutrisi. Untuk mengatasi berbagai gangguan kulit, kulit harus kembali diremajakan seperti sedia kala. Salah satunya melalui rejuvenation treatment.
Rejuvenation treatment atau peremajaan wajah adalah serangkaian perawatan kosmetik yang bertujuan mengembalikan penampilan sehingga tampak lebih muda, segar, dan lebih hidup. Rejuvenation dapat dilakukan dengan bedah atau nonbedah. Prosedur rejuvenation sangat bervariasi dan memiliki tingkat kedalaman bermacam-macam. Berikut berbagai macam prosedur rejuvenation yang lagi tren di Indonesia.


1. PRP

Proses pemisahan darah sebelum digunakan untuk perawatan kulit menggunakan metode PRP. (foto: dr Jonathan R Subekti, SpKK, BMedSc)

PRP atau yang istilah lainnya disebut vampire laser pertama kali dipopulerkan bintang reality show Kim Kardashian. Proses PRP sangat netral dan mengandalkan unsur yang ada dalam tubuh yakni darah. "Darah diambil dari vena lalu diproses untuk dipisahkan. Setelah dipisahkan, ada cairan berwarna kuning. "Cairan kuning tersebut memiliki kandungan PRP," beber dokter dermatologis dr.Jonathan R Subekti, SpKk, BMedSc.

PRP awalnya digunakan atlet untuk penyembuhan luka dan cedera. Namun kini, PRP banyak dimanfaatkan di bidang dermatologis. Indikasi PRP yakni mengurangi kerutan halus, mengencangkan kulit, mengecilkan pori-pori, meratakan warna kulit, dan menghilangkan tekstur pada kulit.


2. Laser

Gelombang Laser Nd-YAG efektif memperbaiki lapisan terdalam kulit. (Foto: dr Jonathan R Subekti, SpKK, BMedSc)

Laser memiliki panjang gelombang spesifik, yakni satu panjang gelombang. Setiap panjang gelombang memiliki penetrasi berbeda-beda. Salah satu gelombang yang memiliki penetrasi paling jauh dan mendalam ialah laser Nd-YAG. Selain untuk peremajaan kulit, laser Nd-YAG juga bisa digunakan untuk menghilangkan tato tetapi harus dilakukan beberapa kali treatment.

3. Botox

Masalah orang dewasa menjelang prelansia ialah kerutan. Selain pada orang dewasa akhir, kerutan juga bisa muncul pada orang yang masih muda atau disebut penuaan dini. Kerutan muncul karena kita menggerakkan wajah terus-menerus.

Selain itu, kombinasi antara polutan dan ultraviolet juga bisa menyebabkan penuaan dini. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kerutan adalah botox. Ketika botox disuntikkan, otot wajah jadi rileks. Penyuntikan botox tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Dosis yang dianjurkan dokter untuk menyuntikkan botox maksimal 200 unit perperawatan. Pada bagian alis sebanyak 5 unit, dahi 30 unit, sekitar mata maksimal 15 unit, bagian hidung berkisar 5 hingga 10, dagu 2 hingga 6 unit, smile line antara 3 hingga 6 unit. "Jika dilakukan berlebihan membuat wajah tidak bisa digerakkan," ujar dokter Jonathan.

4. Filler

(foto: Bamed)

Treatment yang satu ini sangat booming di segala kalangan baik tua maupun muda. Selain membuat penampilan lebih segar dan muda, filler juga membuat penampilan lebih menarik dan seksi. Filler umumnya dilakukan di bagian bibir, dagu ataupun sekitar pipi.

Filler terdiri dari berbagai macam jenis. Jenis-jenis filler antara lain asam hyaluronat, kolagen sapi, lemak autologous, PLLA, hidroxiapatit kalsium, dan silikon cair. Filler jenis lemak autologous yakni dengan mengambil lemak pada bagian tubuh yang lain dan disuntikkan ke bagian tubuh yang diinginkan. Dokter Jonathan menuturkan bahwa silikon cair merupakan jenis filler paling berisiko tinggi. "Dalam dunia medis, penggunaan filler dengan silikon cair tidak disarankan," ucapnya.

Filler yang baik ialah filler yang memiliki molekul lembut dan lunak. "Filler yang soft biasanya tahan 3 hingga 6 bulan," urai dokter dermatologis, dr Adhimukti T Sampurna, SpKK. Beberapa waktu belakangan, filler tak hanya dilakukan oleh dokter kecantikan. Untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi, Adhi mengimbau untuk memerhatikan operator yang akan menyuntikkan filler. "Pastikan injektor melakukan sesuai SOP, menjaga kebersihan, dan ruangan harus steril," jelasnya.

Kamu juga harus hati-hati dengan filler yang dilakukan di luar klinik kecantikan, sebab filler yang masuk ke pembuluh darah bisa menyebabkan kulit mati. Ada kasus orang sedang filler bibir mengalami kebutaan karena injektor (orang yang melakukan filler) tidak melakukannya sesuai SOP.


Apa pun pilihan perawatan kecantikan yang kamu lakukan, pastikan aman dilakukan. Cari tahu mengenai treatment yang akan dipilih serta dampaknya. Kamu juga diperkenankan untuk bersikap kritis terhadap dokter yang melakukan prosedur pilihan kita dengan bertanya kandungan yang akan disuntikkan. Hal tersebut perlu dilakukan, mengingat treatment yang memasukkan zat kimia ke tubuh berisiko tinggi.(Avi)

Baca Artikel Asli