MerahPutih.com - Pemerintah Jepang tengah mengkaji kemungkinan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) memiliki kapal selam bertenaga nuklir di tengah peningkatan aktivitas militer negara tetangga di kawasan.
"Kami akan mempertimbangkan secara serius (peluang tersebut) secara konkret dan realistis," kata Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam sebuah rapat parlemen, Rabu (14/10).
Dalam rapat parlemen sebelumnya pada awal bulan ini, Takaichi saat itu berkata "masih belum memutuskan apapun" soal jenis kapal selam yang harus digunakan Jepang.
Undang-undang Jepang membatasi pemanfaatan tenaga nuklir hanya untuk tujuan damai, dan pemerintahan sebelumnya bersikukuh tak akan membolehkan kapal selam bertenaga nuklir digunakan JSDF.
Baca juga:
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Jepang terus mempertahankan tiga prinsip anti-nuklirnya yang melarang negara tersebut memiliki, memproduksi, dan membawa senjata nuklir ke wilayahnya.
Takaichi menyebut saat ini JSDF memiliki kemampuan pengumpulan intelijen dan pengintaian yang terbatas di kawasan Pasifik. Ia kemudian menekankan pentingnya memperkuat pertahanan negara.
PM Jepang itu berkata pemerintahannya akan memerhatikan perkembangan terkait kapal selam nuklir di negara-negara mitra seperti Australia dan Korea Selatan. Diketahui Australia telah memutuskan akan menggunakan kapal selam nuklir.