Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Kebun Anggur Top Italia Dibobol Perampok, Anggur Senilai Lebih Rp 90 Miliar Raib

Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM — PENCURI bertopeng membobol sebuah gudang di Cortona, Italia. Dalam aksi pencurian di kebun anggur bergengsi Marchesi Antinori itu, mereka kabur membawa sekitar 30.000 botol anggur senilai lebih dari USD 5 juta (sekitar Rp 90 miliar). Perusahaan menyebut insiden ini sebagai salah satu pencurian anggur terbesar yang pernah dilaporkan.

Para pencuri melumpuhkan sistem alarm untuk menjalankan aksi pencurian nekat tersebut, awal Oktober lalu. Namun, kehilangan baru diketahui pada Senin, ketika para pekerja datang untuk mempersiapkan anggur yang akan diekspor. Demikian diungkap CEO Antinori, Renzo Cotarella, dikutip CNN.

Anggur yang dicuri seluruhnya berasal dari 2023 dan mencakup beberapa label paling dicari dari kilang anggur tersebut. Anggur-anggur itu dijual di pasar internasional dengan harga antara USD 168 hingga USD 561 sekira Rp 3 juta hingga Rp 10 juta per botol.

"Solaia, Guado al Tasso, dan Tignanello merupakan anggur kami yang paling ikonis,” ujar Cotarella.

Baca juga:

Al Gusto Gandeng Chef Matteo Meacci Hadirkan Cita Rasa Tuscany dalam Wicked Wine Dine


Ia menyebut produk-produk tersebut merupakan contoh utama penyatu kategori dari anggur merah terkenal kawasan tersebut, Super Tuscan. Sekitar 60.000 hingga 70.000 botol Solaia diproduksi setiap tahunnya, dan para pencuri mengambil sekitar 10.000 botol.

Belum ada penangkapan yang dilakukan sejauh ini. Kepolisian Cortona menyatakan mereka sedang melakukan pencarian besar-besaran, tapi enggan membeberkan apakah mereka meyakini dua truk yang digunakan untuk mencuri anggur tersebut masih berada di Italia atau tidak.

"Mengingat skala pencurian ini, baik dari segi jumlah botol yang dicuri maupun perkiraan nilai pasarnya, insiden ini mungkin termasuk dalam jajaran pencurian anggur terbesar yang pernah dilaporkan," ungkap pihak Marchesi Antinori dalam sebuah pernyataan.

Mereka menyebut penyelidikan oleh pihak berwenang yang berkompeten masih berlangsung, begitu pula dengan evaluasi yang diperlukan untuk menentukan tingkat kerugian secara pasti.

Cotarella mengatakan perusahaan mengimbau konsumen untuk tidak membeli anggur-anggur ini dari penjual yang tidak dikenal, serta segera melaporkan jika ada yang muncul di pasaran. Karena anggur tersebut berada di gudang untuk dikirimkan, produk-produk itu sudah dikemas dalam kotak dan karton sehingga memudahkan para pencuri untuk mengangkutnya.

Pencurian nekat ini terjadi setelah serangkaian kasus pencurian anggur lainnya. Bulan lalu, 3.000 botol Barolo senilai sekitar 400.000 euro sekitar Rp 8,1 miliar dicuri dari kebun anggur Conterno Fantino di Piedmont. Belum jelas apakah kasus-kasus pencurian ini berkaitan.

Marchesi Antinori didirikan pada 1385 dan saat ini dikelola oleh generasi ke-26 dari keluarga tersebut. Perusahaan ini mengekspor ke 170 negara dan memiliki pendapatan tahunan sekitar 265 juta euro.

Cotarella menyatakan ia yakin anggur-anggur tersebut akan ditemukan. "Dua truk tidak mungkin lenyap begitu saja. Saya selalu mencoba untuk tetap optimistis," pungkasnya.(dwi)

Baca juga:

Berlibur di Swan Valley, Australia Barat, Bisa Cicip Wine dan Belajar Budaya Aborigin

Baca Artikel Asli